Daerah

BP-GMN Luncurkan Sistem Informasi Terpadu Berbasis AI, Targetkan Indonesia Jadi Rujukan Data Iklim Global

×

BP-GMN Luncurkan Sistem Informasi Terpadu Berbasis AI, Targetkan Indonesia Jadi Rujukan Data Iklim Global

Sebarkan artikel ini
Ambisi Global Palembang BP-GMN Hadirkan Data Lingkungan Multibahasa untuk Dunia (Foto/Sekilasmesia.Com)

Palembang,Sekilasmedia.com-Badan Pengelola Lahan Gambut dan Mangrove Nasional (BP-GMN) resmi meluncurkan Sistem Informasi Terpadu di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, pada Jumat (30/10/2026).

Peluncuran ini menandai pergeseran strategis dalam tata kelola lingkungan Indonesia, dari pendekatan reaktif menuju pencegahan berbasis data sains dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Acara peluncuran dipimpin langsung oleh Kepala BP-GMN, Mayjen TNI Sriyanto, M.I.R., M.A. Dalam paparannya, Sriyanto menekankan bahwa sistem ini bukan sekadar alat pemantauan pasif, melainkan sebuah mesin analisis canggih yang mampu menghasilkan rekomendasi konkret untuk tindakan lapangan maupun formulasi kebijakan publik.

“Rancangan sistem yang kami bangun tidak hanya sekadar alat pemantauan, tetapi juga mesin analisis yang menghasilkan rekomendasi konkret,” ujar Sriyanto di hadapan para undangan yang terdiri dari ahli, praktisi, pemerintah daerah, hingga perwakilan sektor swasta seperti RS Harapan Kita.

BACA JUGA :  Bersama MUI Gresik, SMK ASIK Siap Cetak Generasi Qur'ani Songsong Indonesia Emas 2045

Integrasi Data Lintas Sektor dan Real-Time.

Salah satu fokus utama sistem ini adalah integrasi data lintas sektor untuk menciptakan ekosistem informasi yang sinkron dan real-time. BP-GMN menggabungkan data cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), data kebencanaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta data lingkungan hidup lainnya.

Sriyanto menetapkan target ambisius namun realistis bagi tim teknisnya. “Maksimal pada 15 November 2026, atau minggu kedua bulan depan, sistem ini harus siap menyajikan data terintegrasi tersebut kepada Presiden RI. Data ini akan menjadi bahan utama dalam pengambilan keputusan strategis untuk perlindungan dan pemulihan gambut serta mangrove di Indonesia,” tegasnya.

Tiga Bahasa untuk Transparansi Global.

Dalam upaya menempatkan Indonesia sebagai aktor kunci dalam mitigasi perubahan iklim dunia, Sistem Informasi Terpadu BP-GMN dilengkapi fitur multibahasa: Indonesia, Inggris, dan Prancis. Langkah ini diambil mengingat posisi Indonesia sebagai negara dengan lahan gambut dan mangrove terbesar di dunia.

BACA JUGA :  Libur Lebaran Idul Fitri 1443 H, Kapolres Blitar Kota Cek Penerapan Prokes di Tempat Wisata Candi Penataran

“Sebagai negara dengan lahan gambut dan mangrove terbesar, kita ingin aktif dalam percakapan internasional. Dengan menyajikan data dalam bahasa global, kita membuka transparansi dan menunjukkan kontribusi nyata Indonesia dalam mitigasi dampak iklim dunia. Ini adalah mimpi besar kita: menjadikan Indonesia sebagai rujukan data lingkungan global,” tambah Sriyanto.

Deteksi Dini Berbasis Satelit dan AI

Wakil Kepala BP-GMN, Riyanto, yang turut hadir dalam acara tersebut, mendukung visi integrasi teknologi satelit presisi dan AI. Menurutnya, teknologi ini krusial untuk mendeteksi dini risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kerusakan pesisir sebelum bencana terjadi.

“Dengan peluncuran ini, BP-GMN berharap dapat mengorkestrasi pencegahan bencana secara lebih efektif, memastikan bahwa setiap hektar lahan gambut dan mangrove terjaga bukan hanya untuk Indonesia, tetapi untuk kestabilan iklim bumi,” pungkas Riyanto.