
Jombang, Sekilasmedia.com – Limbah Kotorin Ayam dari Sebuah Pabrik yang ada di Kecamatan Bareng, Warga Dusun Jeruk Desa Karangan Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang merasa resah karena dibuang di dekat pemukiman warga
Warga yang merasakan bau menyengat tak sedap dari areal penimbunan Kotoran Ayam, banyak mengeluh karena akan berdampak tidak baik bagi Kesehatan warga sekitar penimbunan Kotoran Ayam, ada yang muntah muntah, sesak saat bernafas juga ada anak salah satu warga dekat penimbunan mengalami sakit karena disebabkan mual dampak bau menyengat,” ungkap Rusmini
Pembuangan kotoran Ayam yang berada dilahan milik Sunar, seorang Petugas PPL diWilayah Desa Karangan, seenaknya menimbun kotoran Ayam dekat pemukiman Warga meskipun itu lahan milik sendiri, tanpa memikirkan dampaknya bagi Lingkungan
Warga sempat melakukan protes terhadap Sunar pemilik lahan agar kotoran ayam segera dipindah, namun tidak di indahkan oleh pemilik lahan, rencana Masyarakat Dusun Jeruk Desa Karangan Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang, akan melakukan aksi protes terhadap Pabrik yang warga mencurigai limbah kotoran ayam berasal dari pabrik tersebut,
Hal ini sudah diketahui oleh Kepala Dusun Setempat, Kades bahkan Camat Bareng sempat meninjau lokasi namun tidak ada tindakan lanjutan ,” ujar warga ,
saat diklarifikasi oleh awak Media Sabtu 18/01/20 ada yang menyampaikan karena bau menyengat kotoran Ayam yang ditimbun tepat dibekang Rumah saya tiap hari banyak lalat, kadang mual mual pokoknya gak kuat mas ,” ungkap Hadi Rumpoko
Kades Karangan Jumirah meminta dengan hormat kepada Sunar agar memindahkan limbah kotoran yang berasal dari pabrik Ayam, jauh dari pemukiman warga, harapan saya sebagai Kepala Desa ingin warga hidup sehat tanpa ada pencemaran Lingkungan,” ungkap Kades
“Limbah Kotoran Ayam yang berasal dari Pabrik Pokphand yang ada di Kecamatan Bareng, seharusnya tidak dibuang didekat pemukiman warga, ini sangat bertentangan dengan UU Nomer 32 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, sebelum Perusahaan berdiri Analisa dampak Lingkungan (AMDAL) kan harus dikedepankan,” (Ftr)







