
Gresik, Sekilasmedia.com – Dibukanya kembali wisata alam Selo Tirto Giri atau Setigi di desa Sekapuk kecamatan Ujung pangkah pada Sabtu (6/6/2020), dua hari sebelum PSBB 3 berakhir menandai geliat obyek wisata alam menyambut tatanan kehidupan baru (new normal), ungkap Kepala Desa Sekapuk Abdul Halim.
Acara pembukaan sendiri dihadiri banyak kalangan dan masyarakat karena hampir 2 bulan lebih ditutup sebelum pemkab Gresik mengumumkan pemberlakuan PSBB sampai perpanjangan PSBB ketiga.
” Ternyata antusias pengunjung di luar perkiraan kami, banyak sekali hampir ribuan orang pada saat itu. Dan bersamaan pula dengan penunjukkan wisata alam Setigi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gresik untuk mengikuti lomba inovasi tingkat nasional tahun 2020 ini di sektor wisata,” tutur Abdul Halim pada Senin (8/6/2020).
Penunjukkan ini memberi motivasi kepada kami (pemdes Sekapuk dan masyarakatnya) untuk melakukan pengembangan dan pengelolaan tempat wisata yang terbaik. Kemudian peningkatan kualitas SDM dan pemberdayaan masyarakat setempat terutama generasi mudanya terkait wisata alam ini, “imbuhnya.
Kepada awak media, Kades Sekapuk kembali memaparkan kalau lahan wisata alam Setigi seluas 5 hektar yang memiliki kontur perbukitan kapur dan lembah awalnya merupakan area bekas tambang kapur. Kemudian pernah menjadi tempat pembuangan sampah oleh masyarakat desa.
Kenapa kemudian timbul gagasan membuat tempat wisata alam di desa Sekapuk? Kembali ditegaskannya, berawal dari keinginan kami untuk berubah dan maju dari desa tertinggal menjadi desa mandiri setelah mengetahui pada tahun 2018 index Desa Sekapuk tertinggal se kabupaten Gresik. Maka setelah ada pergantian kepala desa baru, program pembangunan khususnya ekonomi dan penciptaan lapangan kerja digenjot tanpa mengesampingkan program lainnya melalui RPJMDesa dan perdes.
” Langkah awal, lahan paska tambang diubah dan ditata menjadi obyek wisata yang sebelumnya dilakukan pembersihan sampah di area tersebut. Sampai saat ini problem sampah teratasi dengan bank sampah. Kemudian, adanya tempat wisata alam ini diharapkan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat dan penciptaan lapangan kerja baru. Itu program kami,”ujar Abdul Halim.
Pembangunan tempat wisata alam setigi sendiri di mulai pada awal tahun 2019 dan selesai dalam setahun menggunakan anggaran kas desa tanpa bantuan dari pemerintah daerah. Lalu di buka awal tahun 2020 ini, dengan tiket masuk dewasa Rp. 15 ribu, anak sekolah Rp. 10 ribu dan anak balita gratis.
” Dan alhamdulillah sejak dibuka awal Januari 2020 ini sebelum Corona pendapatan per bulan sebesar Rp. 300 juta. Wisata alam Setigi menjadi salah satu alternatif destinasi wisata yang indah, asri, bersih, ekonik dan menarik di wilayah kabupaten Gresik dan Indonesia,” kata Abdul Halim dengan bangga.
Di akhir perbincangannya, Kades Sekapuk tak lupa berpesan agar di masa new normal nanti masyarakat mencari nafkah dan beraktifitas secara normal, tetap menerapkan standar protokol kesehatan covid, jaga kesehatan dan budayakan kebersihan diri serta lingkungan sekitar.
Area tempat wisata alam Setigi, menjadi destinasi wajib bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara saat travelling di kabupaten Gresik. Mata para wisatawan akan dimanjakan keindahan alam bukit kapur, edukasi budaya dan kelezatan kulinernya.
Saat masuk para pengunjung akan menemui dua patung dwapala di kiri kanan jalan, di dalam area wisata tersedia lahan parkir yang luas dan toilet.
Sementara itu soal makanan dan buah tangan, para pengunjung tidak usaha khawatir karena terdapat spot pasar ( stand warung makanan dan stand souvenir ) serta king coffee. Ada obyek tangga drajat yang tersambung dengan bumi perkemahan di atas bukit, miniatur masjid persia, candi topeng nusantara, kolam pemandian anak-anak, kolam ikan, dan masih banyak lagi obyek yang menarik lainnya.
Selain wisata alam juga menyajikan wisata edukasi ditambah keramah tamahan petugas dan pemandu wisata dalam melayani pengunjung. ( rud)





