Daerah

Aksi Damai Penolakan RUU Ciptaker di Depan Kantor DPRD Kota Malang berakhir ricuh

×

Aksi Damai Penolakan RUU Ciptaker di Depan Kantor DPRD Kota Malang berakhir ricuh

Sebarkan artikel ini
Foto : Para demonstran yang mulai merangsek masuk kedalam gedung DPRD kota malang setelah gagal dihalau mundur oleh Polisi.

Malang, sekilasmedia.com – Aksi damai yang mengusung penolakan RUU Ciptaker, Kamis (8/10), berubah ricuh. Akibat sejumlah kelompok massa berbaju hitam-hitam tiba-tiba melakukan aksi anarkis. Mereka berasal dari sisi timur, tiba-tiba melempari gedungDPRD Kota Malang.

Awalnya hanya menggunakan botol minum plastik, namun lambat laun menggunakan batu, potongan kayu, ranting dan petasan yang memicu kerusuhan. Tak sampai di situ saja aksi lempar, massa berusaha merangsek dengan menarik dan merusak barikade kawat berduri.

BACA JUGA :  Dorong Layanan Humanis, Kabid Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Jatim Tinjau Lapas Mojokerto

Setelah barikade dikuasai dan rusak, massa merangsek ke gedung DPRD Kota Malang. Menyusul aksi lemparan api ke dalam gedung dan lantai 2 DPRD Kota Malang. Aparat kepolisian pun tak tinggal diam untuk memukul mundur massa, dengan menyemprotkan water cannon hingga gas air mata, yang sempat di lempar balik oleh massa.

Sementara aliansi mahasiswa dominan berbaju merah di sisi barat, berusaha mundur menghindari serangan balik aparat keamanan. Mahasiswa menganggap aparat salah sasaran. Beberapa rekan wartawan pun sempat merasakan perihnya gas air mata yang sempat masuk ke halaman Balaikota.

BACA JUGA :  Ibu Siti Yang Setia Dampingi Putranya Divaksin 

Salah satu demonstran yang menggunakan dress code merah sempat berteriak untuk meminta aliansi mahasiswa mundur dan tidak ikut dalam kerusuhan.

“Mundur!!! Aliansi mundur !!! Biarkan mereka, ayo kita aspirasikan dengan cara yang ber pendidikan,” teriak salah satu koordinator demonstran, Kamis (8/10/2020).

Aliansi mahasiswa protes dan berusaha memohon agar polisi meredam juga meredam aksi. Suasana pun mereda dengan dialog sebentar, meski sedikit memanas beda argumen. (BAS)