
Malang, Sekilasmedia.com – Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI pada Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2020-2021, beberapa wilayah di Jawa Timur menjadi lokasi yang dipilih untuk dikunjungi, salah satu diantaranya Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang.
Sekretaris Badan PPSDMP, Dr. Ir. Siti Munifah,M.Si, yang didampingi Direktur Polbangtan Malang Dr. Bambang Sudarmanto, S.Pt., MP, Kepala BBPP Batu Dr. Ir. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si dan Kepala BBPP Ketindan Ir. Sumardi Noor M.Si serta pejabat lain lingkup Kementerian Pertanian. Menyambut rombongan kunjungan kerja komisi IV yang dipimpin oleh Wakil Ketua Anggia Erma Rini, M.K.M beserta anggota lainnya di Aula Sasana Giri Sabha Polbangtan Kabupaten Malang.
Sekretaris Badan PPSDMP, menyampaikan bahwa Kehadiran Anggota Dewan di Kampus tempat lahirnya petani milenial, menurut Dr Ir Siti Munifah seperti hujan disaat musim kemarau, harapan begitu besar kepada para Wakil Rakyat agar dapat mendukung, mendorong, mensuport terhadap tumbuh kembangnya petani milenial.
“Generasi yang sangat diharapkan untuk dapat melanjutkan pembangunan di sektor pertanian. Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan) salah satu Unit Pelaksana Teknis Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia,” Kata Munifah, Rabu (17/02).
Ia pun menjelaskan Bahwa Polbangtan adalah Kampus tempat lahirnya SDM Pertanian yang profesional, mandiri, dan berdaya saing untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani.
“Polbangtan itu, memiliki 3 program study unggulan, yaitu : Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, serta Agribisnis Peternakan,” Jelas Munifah
Lebih lanjut Munifah mengatakan adapun Output dari Polbangtan adalah petani milenial yang terampil dan menguasai pekerjaannya, bahkan para petani melenial ini dapat ditempatkan diseluruh sektor dunia usaha dan industri pertanian.
“Selain itu mereka akan memiliki kemandirian, bahkan mampu membuka peluang kerja buat rekan-rekannya sehingga salah satu program Kementan, untuk menciptakan dan menumbuhkan 2.5 juta petani milenial akan segera dapat diwujudkan,” urainya.
Perlu kita disadari untuk mendukung pembangunan pertanian maju, mandiri dan modern, kita perlu melakukan penyiapan, pencetakan SDM pertanian unggulan. SDM yang kompetitif sebagai tenaga kerja pertanian andal dan unggul sebagai pengusaha pertanian milenial andal, kreatif, inovatif, professional, serta mampu menyerap lapangan pekerjaan sektor pertanian sebanyak mungkin.
“Untuk itu Badan PPSDMP seperti yang diamatkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Prof. Dedi Nursyamsi akan selalu mendorong petani milenial menjadi garda kedepan sektor Pertanian, kehadiran petani milenial menjadi sangat penting, karena petani milenial sarat dengan kemampuan pengetahuan Ilmu dan Teknologi,” tegas Munifah.
Pembangunan pertanian dalam usaha untuk mensejahterakan petani dan keluarganya, menurut Munifah, belum cukup kalau hanya bicara inovasi, sarana dan prasarana, termasuk kebijakan peraturan perundangan. Yang utama adalah bagaimana kita meningkatkan SDM, sehingga mampu mengimplementasikan inovasi, sarana dan prasarana secara baik dan benar, serta mampu mengusulkan kebijakan peraturan perundangan yang mendukung pertanian
“Tentu saja peran petani milenial di bidang pertanian menjadi penting, sebab dianggap memiliki jiwa yang adaptif dalam pemahaman teknologi digital, sehingga tidak terlalu kaku dalam melakukan identifikasi dan verifikasi teknologi, ” Pungkasnya. (BAS)






