
Denpasar Bali,Sekilasmedia.com-
Warga sebelumnya dihebohkan dengan adanya pengibaran bendera warna hitam di depan Masjid di Kepaon, Denpasar Selatan. Bahkan Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo, pada Senin (29/10) mempertegas, jika pengibaran bendera hitam tersebut, tidak ada kaitannya dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
” Ya benar ada bendera itu, tapi tidak ada kaitannya dengan HTI. Itu hanya umbul-umbul yang biasanya dipasang menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad. Karena banyak orang yang tidak tahu sehingga mengira itu bendera HTI, ” tegas Kapolresta Denpasar.
Ia pun mengimbau, agar masyarakat untuk tidak terprovokasi dan resah. Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginka, terlebih dengan situasi belakangan ini, kepolisian sudah berkoordinasi dengan pihak Masjid Al-Muhajirin Masjid di Kepaon.
” Jadi, pihak Masjid sudah menurunkan dan menyimpan umbul-umbul itu. Saya berharap khususnya kepada umat Islam di Bali untuk menahan diri, ” imbuh Kombes Hadi.
Sebelumnya, beberapa pemilik akun facebook memviralkan pengibaran bendera berwarna hitam tersebut, karena diduga bertuliskan kalimat tauhid depan Masjid Al-Muhajirin.
Sementara saat acara Simakrama dengan insan media, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto juga meminta kepada umat Islam khususnya di Bali tidak terprovokasi dengan adanya peristiwa pembakaran bendera tauhid di Garut, Jawa Barat.
” Pelakunya (pembakar bendera) kan sudah mengakui semuanya dan meminta maaf. Jadi, menurut saya diserahkan semuanya kepada proses hukum di kepolisian, ” ujar Mayjend Benny.(son)






