
Lumajang ( sekilasmedia com) oknum guru yang melakukan Tindakan tidak terpuji itu adalah Menampar Seorang Murid dengan inisial (Y) hingga berdarah.
Perbuatan ini merupakan sikap yang tidak mencerminkan prilaku seorang Pendidik, yang seharusnya menjadi contoh teladan kepada murid-muridnya.
Berdasar keterangan yang diungkap dari korban saat dimintai keterangannya di Sekolah, Kamis (6/9), bahwa kejadiannya berawal pada jam pulang sekolah, Rabu (5/9).
Sekitar pukul setengah dua siang, teman teman korban sedang berkumpul, dan saat itu ada yang berucap kata kotor.
Dipastikan pula bahwa yang berucap kata kotor bukanlah korban, namun murid lain yang ada bersama korban berkumpul tersebut.
Murid yang berucap kata kotor itu memang dikenal sebagai anak yang latah.
SaatTuntaskan Fakta Indonesia” melakukan klarifikasi ke sekolah yang bersangkutan, hanya di temui beberapa Guru saja dan Kasi SMPN 3.
Sementara Kepala Sekolah diketahui tidak berada di tempat.
Tampak pihak korban atau Wali Murid juga ada di sekolah, untuk meminta penjelasan kepada pihak sekolah atas perlakuan yang diterima anaknya. Setela wali murid di temui ketiga guru,mau mintak penjelasan tentang pemukulan inisial (Y)
Namun ketiga guru itu minta kesadaran terhadap wali murid atas nama bapak hari dari bapak korban
Nah ketiga guru ngasik harapan setela permasalaan ini suda di rapatkan nanti hasil rapat aku infokan ke bapak kata si ketiga guru itu atau keruma jenengan ucapnya nah setela pada hari itu di tunggu tunggu tidak ada datang akhirnya besok harinya datang tetap ketiga guru kemarin yang mendatangi ruma korban,
Yang diharapkan kedatangan dari pihak korban kepala sekolah dan guru yang bersangkutan untuk pemukulan yang menimpah oleh murid inisial ( Y) yang di harapkan seprti itu dari pihak wali murid korban bapak hari seperti itu ,
Sangat disayang,kan sebagai kepala sekolah, cuman bisa mengambil sikap yang tidak profesional cuman ketiga guru yang di suruh menyelesaikan yang peyelesaianya tidak jelas,
Menurut keterangan inisial (E) selaku wali murid saat di mintai keterangan oleh wartawan bersama dengan LSM Istana Raya Nusantara, mengatakan aku dulu iya perna di pukul pk di pahak saya sampai kayu yang di bikin pukul aku patah pk tutur inisial (n)
Diketahui pula bahwa kejadian ini bukanlah yang pertama kali, sebab di lain kejadian juga salah satu murid perempuan pernah di pukul oleh pelaku yang sama
Sementara itu LSM Istana Raya Nusantara meminta masalah oknum guru yang tidak patut ditiru ini segera dapat diselesaikan dengan baik atau dapat diteruskan ke ranah hukum dengan melakukan pelaporan resmi ke Polres Lumajang tepatnya ke ruang PPA.
Selain itu LSM istana Raya Nusantara juga akan meminta sikap Kepala Dinas Pendidikan Lumajang terhadap permasalahan tersebut, bagaimana perannya dalam penciptaan efek jera terhadap pelaku, dan sebagai warning terhadap para pendidik lainnya di Lumajang dalam menjalankan tupoksinya sebagai pendidik putera-puteri kita selajutnya pungkasnya,(LKT)






