
Denpasar Bali,Sekilasmedia.com-
Puluhan ribu santri se-Kota Denpasar tumpah ruah berkumpul di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, pada Senin sore (22/10) kemarin. Kehadiran para Santri tak lain untuk memeriahkan Kirab Santri serangkaian memperingati Hari Santri Nasional (HSN).
Kirab Santri Kota Denpasar tahun 2018 mengusung tema “Spirit Santri Meneguhkan NKRI” acara ini digelar langsung oleh Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kota Denpasar bersama sejumlah organisasi umat muslim.
Acara kirab dilakukan dengan mengelilingi lapangan Renon yang dimulai dari areal timur lapangan Renon menuju ke selatan kemudian berbelok ke arah barat. Selanjutnya di perempatan sebelum Bank BPD Bali berbelok ke utara dan kembali berbelok ke selatan menuju ke titik start semula.
Sepanjang jalan kirab, ribuan santri tampak suka cita dan larut dalam suasana ukhuwah (kebersamaan). Hingga pada puncak acara perayaan HSN, para santri juga mendeklarasikan dan mengikrarkan sejumlah point yang pada intinya siap menjunjung tinggi dan membela empat konsensus dasar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Bahkan siap berada di garda terdepan jika ada acaman dari ideologi lain yang berpotensi mengganggu keutuhan bangsa Indonesia.
Ketua PCNU Kota Denpasar, Haji Pujianto mengatakan, perayaan Hari Santri Nasional merupakan momentum untuk menguatkan peran para santri dalam berbagai aspek yang tidak lepas dari bagian sejarah santri sebagai salah satu pilar pendiri bangsa ini.
” Para santri di Denpasar dan Bali umumnya melalui semangat Hari Santri ini kami harapkan ikut bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian Bali, ” katanya.
Selain itu diharapkan ada perhatian khusus kepada para santri yang ada di Kota Denpasar. Khususnya dalam aspek pendidikan. ” Kami harapkan para santri di Denpasar bisa mendapatkan beasiswa dari pemerintah, ” harap Haji Pujianto.
Begitupun dengan aspek pemberdayan ekonomi para santri agar lebih diperhatikan. Sebab tidak sedikit para santri yang setelah keluar dari pondok pesantren mengalami kebingungan.
” Kami harapkan pemerintah lebih banyak memfasilitasi pelatihan-pelatihan kewirausahaan dan peningkatan skill lainnya. Sehingga ketika santri keluar dari pesantren atau dari sekolah bisa bermanfaat bagi dirinya sendiri dan masyarakat, ” pungkas Haji Pujianto.
Salah satu tujuan perayaan hari santri kali ini, demi mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam keberagaman juga menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bertanah air. Bahkan Hari Sanrti sudah menjadi hari nasional yang sudah diputuskan, dimulai 22 Oktober 2019 akan menjadi hari libur nasional.
Rangkaian acara Kirab Santri ini sudah dimulai sejak pagi hari. Diisi berbagai kegiatan seperti hadrah, pentas budaya, hiburan, drum band, kalifah terbaik 1,2 dan 3. Selain itu, perayaan Hari Santri juga diisi dengan bazar dari UKM dan penggalangan dana bagi korban gempa di Palu, Donggala dan Sigi Sulawesi Selatan.(son)






