Daerah

Oknum Damkar Tantang Berkelahi Pecalang, Saat Sembahyang

×

Oknum Damkar Tantang Berkelahi Pecalang, Saat Sembahyang

Sebarkan artikel ini

Klungkung Bali,Sekilasmedia.com-
Lantaran menantang Pecalang berkelahi, oknum Pegawai Kontrak, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Klungkung, berinisial DW XX, yang menerobos penghalang portal untuk melakukan sembahyangan di Perempatan Agung, akhirnya dipanggil atasannya.

Kejadian berawal dari petugas Pecalang yang saat itu sedang bertugas mengamankan jalannya prosisi sembahyang Hari Raya Galungan. Bahkan, umat sebelumnya telah dinasehati agar mentaati aturan selama melakukan sembahyangan di perempatan Agung. Dan kawasan itu pun,  telah diseterilkan dari arus lalu lintas, dengan pemasangan portal yang dijaga oleh Pecalang, Kepolisian dan petugas Dishub Klungkung.

Namun suasana khusuk umat yang melakukan sembahyang ini dinodai oleh oknum DW. Rupanya nasehat baik dari Pecalang bukannya ditaati malah dilanggar, dengan menerobos tepat dimana orang sedang melakukan sembahyang, menuju arah barat di Jalan Surapati depan Monumen.

BACA JUGA :  Respon Cepat Cegah Laka Lantas, Polsek Driyorejo Tambal Jalan Berlubang Penghubung Gresik-Sidoarjo

Tentu saja ulah DW, yang tidak simpatik membuat sejumlah umat, terutama kelian Pecalang Semarapura Putu Yudi Pasek, yang saat itu sedang bertugas merasa terusik dan langsung mendekati DW seraya mengingatkannya.

Bukannya meminta maaf, DW malah menantang berkelahi pecalang yang bertugas. Tak ingin membuat gaduh, Putu Yudi, langsung mencari oknum tersebut ditempatnya bertugas di Sat Damkar Klungkung dan melaporkannya kepada Bupati Klungkung Nyoman Suwirta.

Sementara, Kepala SatPOL PP/Damkar Klungkung, Putu Suarta yang mendapat perintah dari Bupati langsung memanggil yang bersangkutan dan mengingatkannya agar mentaati aturan sebagai petugas dia salah.

BACA JUGA :  Bupati Blitar Launching "Bang Anjar"

Suarta juga mengakui, jika anakbuahnya yang pegawai kontrak inisial DW XX tersebut sudah mengakui kesalahannya. ” Kita sudah panggil langsung dan dilakukan pembinaan pada yang bersangkutan, dan sudah mengakui  kesalahannya, ” ujar Suarta tegas.

Sebelumnya Klian Pecalang Semarapura, Putu Yudi Pasek menyatakan akan mengawal persoalan ini biar siapapun bisa saling menghargai orang yang bertugas.

” Sebagai oknum pegawai apapun namanya harusnya memahami aturan dan menghargai. Kami ini juga mengabdi untuk masyarakat. Apalagi sama sama umat Hindu kan malu kita, ” pungkasnya. (son)