Daerah

Dampak Pembangunan Pabrik Kopi Di-Mojokumpul Kemlagi,  9 Rumah Terendam Banjir.

×

Dampak Pembangunan Pabrik Kopi Di-Mojokumpul Kemlagi,  9 Rumah Terendam Banjir.

Sebarkan artikel ini
Ft. Rumah sulastri yang sudah 3 hari terendam banjir.

 

Mojokerto, Sekilasmedia. Com-Diduga akibat dari aktivitas pembangunan Pabrik kopi PT Sumber Kopi Makmur di Desa Mojokumpul Kecamatan Kemlagi Mojokerto, sudah tiga hari, 9 rumah disekitar Pabrik terendam banjir.

Sulastri salah satu korban yang rumahnya terendam banjir mengatakan, sebelum ada pembangunan pabrik kopi tersebut,” selama puluhan tahun tahun saya menempati rumah ini tak pernah dilanda banjir, dan saya berharap ada kompensasi atau ganti rugi dari pabrik, ” pintanya, Minggu (3/2/2019)

Sementara korban yang sama, Priyo Utomo mengaku, selama 15 tahun menempati rumahnya tak pernah terendam banjir, menurutnya akibat dari pembangunan pabrik kopi dan saluran air yang biasanya lancar saat musim hujan kini ditutup total, akibatnya air meluber ke rumah warga sekitar.

BACA JUGA :  Polres Gresik Laksanakan Pengamanan Kegiatan Ibadah Kebaktian Peringatan Kenaikan Isa Almasih 2024

,” Sudah tiga hari lamanya rumah kami terendam banjir, namun pihak pabrik tak pernah peduli dengan derita yang saya alami, “keluhnya.

Priyo menambahkan, pihaknya juga sudah mengadu ke Kepala Desa Setempat namun hingga kini belum ada khabar yang menyenangkan bagi kami, ” ungkapnya.

Masih kata Priyo, warga yang terdampak banyak mengalami kerugian selain rumah tidak bisa dibuat aktivitas juga pompa air dan elektronik lain ikut terendam, ” saya juga takut dengan keselamatan kami, karena saluran listrik yang ada dirumah kami tetap menyala, ini kan sangat membahayakan,” jelasnya.

Apabila pihak pabrik tetap tidak mempedulikan kami, warga yang terdampak tak segan-segan bakal menutup pintu aktivitas pabrik,”tandasnya.

Terpisah, melihat keluhan masyarakat seperti ini, aktivis lingkungan hidup PL 10 Nopember Hadi Subeno angkat bicara, pembangunan pabrik seperti ini harus diberhentikan dulu, sebab mereka tak pernah memikirkan analisis dampak lingkungan, dan perlu dipertanyakan apakah dalam pembangunan ini, semua ijin sudah dikantongi,” katanya.

BACA JUGA :  Polres Gresik Sosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis di SD Bedilan

Seperti diketahui sebelumnya, Lanjut Hadi, Pabrik tersebut berada tepat di perbatasan 3 Desa yakni sebelah Timur Desa Mojorejo, Sebelah Selatan Desa Sawo dan sebelah Barat dan utara masuk desa Mojo kumpul.

,” Pabrik yang dibangun diarea sekitar 10 hektar ini masih menyimpan banyak persoalan, sebab diarea tersebut selain ada tanah kas Desa (TKD) juga ada saluran irigasi milik PT Gempol Krep, kedua aset ini juga belum jelas memorandum of understanding atau MoU nya seperti apa, “tandasnya.

Apabila MoU belum jelas kami yakin segala proses perizinan juga belum bisa diterbitkan, “pungkasnya. (wo)