
LUMAJANG, Sekilasmedia.com – Perayaan Hari Nyepi tentunya hari yang ditunggu- tunggu bagi umat Hindu diseluruh dunia, yang mana dirayakan pada setiap Tahun baru Saka, dan kali ini juga dilaksanakan di Dusun. Kebonsenen Desa. Sidomulyo Kec. Pronojiwo Kab. Lumajang Jatim.
Perayaan hari nyepi atau Tawor Agung ini disertai dengan pawai Ogoh – Ogoh, yang diarak pada sepanjang jalan dengan rute memutar, yakni start di lokasi Pure setempat dan dilanjutkan dengan berjalan memutar kearah kampung satu, menuju jalan raya wisata gua tetes Sumberowo dan berakhir finish dijembatan sebelah barat Polsek pronijiwo.
Sebelum pawai Ogoh – Ogoh diberangkat kan, dari salah satu penyelenggara pawai perayaan tersebut masih meluangkan waktu sejenak, guna memberikan sambutan – sambutan dan arahan dari pihak kepala Desa setempat dan juga dari pihak keamanan.
Sambutan pertama diawali oleh Kapolsek Pronojiwo yaitu, IPTU. H. Bazuki Rahmad SH. Menyampaikan bahwa, “sebenarnya kata dari Ogoh – Ogoh ini berasal dari ogah-ogah, artinya pengguncang atau mahluk pengganggu, yang mana dengan adanya pawai Ogoh-Ogoh ini untuk menghilangkan gangguan, khususnya terhadap umat Hindu. Sehingga dalam pelaksanaan spiritual atau nyepi berjalan dengan mulus dan lancar,” Tegasnya.
Dan nantinya pawai Ogoh-Ogoh ini akan melintasi pada Jalan protokol atau jalan utama jalur Malang – Lumajang.” Saya berharap jika nanti sudah melintas dijalan raya tolong kasih kesempatan terhadap pengguna jalan setidaknya roda dua, jika memang diperlukan roda empat yang membawa orang sakit agar segera dikondisikan untuk jalan, supaya pawai Ogoh-Ogoh dan pengguna jalan sama – sama berjalan lancar,” Imbuhnya.
Menurut Paiman selaku kepala Desa Sidomulyo mengatakan, dengan adanya perayaan Tawor Agung atau pawai Ogoh-Ogoh ini saya harapkan warga Sidomulyo bisa berbahagia.
“Dan saya ucapkan banyak terima kasih atas bantuan dan partisipasinya, kepada para Anggota TNI maupun dari Kepolisian, dan Team 86 yang dikomandoi oleh bapak Junaidi, dan juga para Banser yang sudah ikut hadir dalam acara ini, yang mana telah bersinergi dalam pengamanan sehingga perayaan berjalan lancar sampai di penghujung acara yakni proses pembakaran Ogoh-Ogoh pada tempat finish nantinya,” terangnya kepala Desa Paiman. Pungkasnya,” (Maria).





