
Jembrana Bali, Sekilasmedia.com – Pasca terendam air akibat diguyur hujan selama 2 jam pada Kamis malam, sejumlah wilayah di Kota Negara, Sabtu (25/5) berangsur pulih.
Sebelumnya, debit air mulai meningkat sejak pukul 18.00 Wita. Luapan air menggenangi sejumlah wilayah permukiman warga yang berada di sekitar kawasan aliran sungai maupun saluran drainase di Kecamatan Negara dan Kecamatan Jembrana. Bahkan, arus lalu lintas di Jalur Nasional Denpasar Gilimanuk dibuat tersendat.
Tidak sedikit kendaraan yang harus didorong oleh Petugas BPBD Kabupaten Jembrana dan Yonif 741/GN agar bisa melewati luapan air setinggi paha orang dewasa itu. Begitupula Kantor PDAM dan KPU Jembrana serta permukiman warga di Jalan Kunti, Lingkungan Tinyeb, Kelurahan Banjar Tengah dan di Jalan Sedap Malam Desa Kaliakah, Negara terendam air hingga 1 meter.
Informasi data Rupusdalops BPBD Jembrana, ada tujuh desa terdampak banjir, diantaranya, desa Kaliakah terdapat 40 KK terendam luapan Sungai Rumojo termasuk kerusakan 3 pelinggih dengan kerugian material mencapai Rp 136 juta.
Luapan juga terjadi di Tukad Ijogading, yang menyebabkan, 66 KK di Kelurahan Loloan Barat dan 47 KK di Loloan Timur tergenang, sejumlah ternak hanyut. Sementara di Tegal Badeng Timur 1 KK terdampak dengan kerugian Rp 20 juta. Bahkan luberan Tukad Ijogading menyebabkan 12 KK di baler Bale Agung terdampak serta akses jalan kabupaten jebol dan putus. Sedangkan di Banjar Tengah terdapat 8 KK terdampak genangan air.
Sementara itu, 8 KK di Kelurahan Pendem juga ikut terdampak dengan kerusakan infrastruktur. Kerusakan terparah terjadi di rumah Mangku Pura Dalem Desa Pakraman Kertha Jaya Pendem, Gede Purwita (47) dan Pura Taman beji Satria dibantaran sungai Ijogading luluh lanta diterjang banjir, kerugian ini mencapai Rp 617 juta lebih. Kini sejumlah wilayah juga mengalami kesulitan air bersih.
” Sumur warga semua kotor tercemar dan bau, kami untuk MCK saja kesulitan, ” ujar warga Kaliakah, Kadek Puspa (25).
Tindakan instansi terkait seperti Kodim 1617/Jembrana, BPBD, Dinas Sosial, Camat dan Lurah/Perbekel Jumat kemarin telah melakukan rapat untuk penanganan banjir di 2 kecamatan itu.
Asisten II Setda Jembrana, I Gusti Ngurah Sumber Wijaya menyatakan, selain penyaluran bantuan logistic melalui BPBD, pemerintah daerah juga akan memikirkan langkah dan upaya kedepan untuk mengantisipasi adanya luapan air diwilayah yang memang menjadi langganan banjir itu.
” Untuk bantuan akan dimohonkan oleh desa termasuk air bersih. Kalau akses jalan yang putus di BB Agung kami tangani secara darurat dulu. Tapi secara umum untuk kedepannya nanti akan dipikirkan perencanaannya termasuk dari Bapeda. Banjir ini kan karena debit air dihulu meningkat karean hujan sedangkan saluran air mengalami sidementasi sehingga meluap, ” tandasnya.(soni).











