Daerah

Sururudin Bos Untag Rosita ‘Tugaskan’ Akmal, Untuk Liga 1 Persebaya EPA U16

×

Sururudin Bos Untag Rosita ‘Tugaskan’ Akmal, Untuk Liga 1 Persebaya EPA U16

Sebarkan artikel ini
Foto
Foto Sururudin, Akmal, dan Saleh Hanifah

SURABAYA, Sekilasmedia.com – Kompetisi antar klub internal Persebaya Surabaya memang dikenal sebagai salah satu kompetisi paling tua di Indonesia, dan rutin digelar. Meskipun Persebaya (senior) sempat vakum karena konflik, namun kompetisi antar klub internal terus berjalan. Setelah Persebaya sempat vakum sekitar 5 tahun, pada tahun 2017 pun pra kompetisi antar klub internal Persebaya dilaksanakan dengan Juara 1 diraih Indonesia Muda (IM milik Saleh Hanifah). Begitupun kompetisi internal tahun 2018 diadakan, untuk Kelompok Umur (KU) 16 atau U16, Juara 1 ketika itu diraih Bintang Timur (Saleh Hanifah yang juga Direktur Amatir Persebaya).

*KLASEMEN SEMENTARA UNTAG ROSITA U15 MILIK BOS SURURUDIN PERINGKAT KE-4, SEDANGKAN YANG SENIOR PERINGKAT KE-1*
Dua klub Seri A pada kompetisi tahun 2018 yaitu El Faza (milik Haryadi ayah Mat Halil) dan Polda Jatim terpaksa ‘terdegradasi’ ke Seri B untuk Putaran tahun 2019 yang bertajuk Kompetisi Kapal Api Persebaya (KKAP) U15. Sedangkan Putra Surabaya (Pusura, milik Cholid Goromah?) dan Haggana (milik Ali Smith), dua tim dari Seri B tersebut berhak ‘promosi’ naik ke Seri A. Pada bagian lain KKAP putaran tahun 2019 yang istirahat selama bulan puasa Ramadhan (dilanjut tanggal 22 Juni 2019, setelah Hari Raya Idul Fitri, red.), dalam klasemen sementara KKAP U15, Untag Rosita milik bos Sururudin/ Bos Udin (dengan pelatih Slamet Mujek, pengawasan Setiawan, red.) untuk sementara menduduki peringkat ke-4 dibawah Bintang Timur, HBS (milik Ferryl Raymond Hattu) dan Indonesia Muda.

Untag Rosita U15 yang menempati peringkat ke-4 klasemen sementara KKAP U15 tahun 2019 tersebut merupakan posisi yang bagus apalagi dibandingkan KKAP 2018 yang pada klasemen akhir KKAP ketika itu hanya menduduki peringkat 8 diantara 10 tim. Dengan posisi peringkat ke-4 saat ini dari 4 pertandingan, 2 kali menang, 1 kali seri, dan 1 kali kalah dengan nilai 7, masih sangat memungkinkam bagi Untag Rosita U15 untuk mengejar ketertinggalan hingga merebut peringkat Juara 1. Sekadar catatan, peringkat ke-5 ditempati Putra Surabaya dengan 7 poin. Peringkat ke-6 Angkatan Laut/ PSAL (manejer: Imam), peringkat ke-7 Anak Bangsa (milik Hendik Piter, satu grup naungan dengan TEO dan Semut Hitam, red.), peringkat ke-8 Al Rayyan (milik Farid?), peringkat ke-9 Haggana, peringkat ke-10 Pelindo III (manejer: Gunawan).

BACA JUGA :  Ahmad Dzaki Akmal Yuda Ketum IMM UPN Belasungkawa Wafat Arif Budimanta PP Muhammadiyah

*UNTAG ROSITA SENIOR RAIH NILAI 12 SEMPURNA DARI 4 KALI PERTANDINGAN*
Sementara itu hasil yang sangat signifikan diraih tim senior Untag Rosita asuhan pelatih Muharrom Rusdiana (keturunan ayah Yogya dan ibu dari Jombang, red.) karena justru menjadi klub yang paling jagoan dalam klasemen sementara 2019, menduduki peringkat ke-1, dari 4 kali bertanding sekaligus sapu bersih 4 kali menang dengan nilai sempurna 12. Dengan melihat hasil yang bagus dari Untag Rosita U15 maupun tim yang senior, hal tersebut menjadi kebanggaan bagi Bos Udin selaku owner.

Tak berlebihan pula jika Bos Udin memiliki harapan yang lebih untuk ke depan, agar Untag Rosita U15 (junior) maupun yang senior bisa meraih gelar Juara 1 Kompetisi Kopi Kapal Api Persebaya putaran tahun 2019 ini. “Tentu saya berharap Untag Rosita yang junior (Untag Rosita U15, red.) dan yang senior, agar bisa menjadi Juara di kompetisi internal (Persebaya, red.),” ungkap Bos Sururudin kepada Siswahyu pimpum sekilasmedia.com.

*SATU PESEPAKBOLA UNTAG ROSITA U15, AHMAD DZAKI AKMAL YUDA, DIAMBIL PERSEBAYA EPA U16 UNTUK LIGA 1 U16 TAHUN 2019*
Hal lain yang juga membanggakan bagi Bos Sururudin yang pengusaha berbagai bidang ini, dengan diambilnya salah satu punggawa Untag Rosita U15, Si Kidal yang bisa berbagai posisi bermain, Ahmad Dzaki Akmal Yuda/Akmal (kelahiran 2004), masuk ke tim Persebaya Elite Pro Academy (EPA) U16 untuk kompetisi Liga 1 EPA U16 tahun 2019. Sebelumnya Akmal pernah gabung di Kalteng Putra U16 saat Liga 1 Festival Filanesia U16 di National Youth Training Center PSSI pusat di Sawangan-Depok-Jawa Barat (19-25 Maret 2019), namun berhenti karena lokasi TC yang jauh di Cirebon dan Tangerang sehingga sering meninggalkan pelajaran sekolah bahkan hingga 1,5 bulan. Selain itu lokasi TC yang jauh dari rumah memberatkan pendanaan transportasi yang masih ditanggung sendiri.

BACA JUGA :  Khitanan Massal Warnai Rangkaian HUT ke-61 Partai Golkar Purwakarta

Sebelum di Kalteng Putra U16, Ahmad Dzaki Akmal Yuda juga pernah di Bhayangkara FC U13-U14-U15-U16 pada tahun 2017-2018 termasuk Juara 1 nasional U13 tahun 2017 pada Bali Youth Championship di Bali, dan Juara 2 se-Jawa Timur pada Piala Menpora U14 yang pada finalnya kalah dari Arema FC via adu tendangan penalti di stadion Gajayana (luar) Kota Malang tahun 2018. Dengan masuknya Akmal di Liga 1 Persebaya EPA U16 tersebut juga merupakan kebanggaan bagi Bos Sururudin dengan maksud sesuai harapan dengan lebih terbukanya pintu untuk nantinya bisa menjadi pesepakbola profesional. “Saya berharap anak didik saya bisa mencapai jenjang yang lebih tinggi, sukur-sukur bisa jadi pemain handal di Liga Profesional,” ungkap Bos Surudin kepada Siswahyu pimpum sekilasmedia.com. Sekadar catatan sebagaimana yang dirilis situs www.persebaya.id dan situs emosi jiwaku, terdapat 26 pesepakbola yang masuk tim Persebaya EPA U16 untuk Liga 1 Elite Pro Academy U16, termasuk nama Ahmad Dzaki Akmal Yuda.

Adapun daftar 26 nama selengkapnya seperti tercatat di berikut ini. Ahmad Dzaki Akmal Yuda,
Karisma Ramadhany, Mahardika, Kharisma Muhammad, Yhulieo Avie Astrawan, Mohammad Akrom, Ilham Akbar Prasetyo, Dio Rizki Saputra, Mochammad Jiddan, Sofian Dwi Ichwanu, Muhammad Alfaridzi, Rafi Febriansyah, Syukron Arabi, Adrian Rusdianto, Bramdanny, Ruy Arianto, Tantri Yanto Femas A., Afizal Danilo Fernando, Muhammad Zakisatriya, Marselino Ferdinan, Alamsyah Ragil, Rizky Setiawan, Wahyu Agung Drajat M, Ananda Immanullah, Ivan Syahdana Putra, dan Hasim Palib Wenno.(Sis).