Peristiwa

Protes PPDB, Kantor Dispendik Kabupaten Mojokerto Dilurug Calon Walimurid

×

Protes PPDB, Kantor Dispendik Kabupaten Mojokerto Dilurug Calon Walimurid

Sebarkan artikel ini
Foto wali murid saat datangi kantor dinas pendidikan
Foto wali murid saat datangi kantor dinas pendidikan

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP, sempat menuai protes dari sejumlah calon wali murid diwilayah Kabupaten Mojokerto,puluhan calon walimurid terpaksa nglurug kantor dinas pendidikan (dispendik) Kabupaten Mojokerto di jalan RA Basuni Sooko, pasalnya PPDB secara online ini tidak sesuai dengan sosialisasi dalam simulasi sebelumnya.

Seperti diketahui , melalui Website PPDB kabmojokerto.id dan sudah disosialisasikan melalui simulasi disekolah dasar masing-masing, bahwa pedaftaran melalui zonasi langsung bisa memilih sekaligus tiga sekolah, yakni dengan pilihan sekolah pertama,kedua dan ke tiga.

BACA JUGA :  Peternakan Ayam di Kabupaten Kediri Musnah Dilalap Si Jago Merah

Apabila Zonasi pilihan pertama gagal, bisa diterima pada pilihan kedua dan ketiga.

Ternyata sejak Rabu malam ( 26/6/2019) aplikasi di Website berubah total Zonasi hanya bisa satu pilihan yang pertama saja, apabila gagal diterima pada pilihan sekolah yang pertama, pilihan kedua dan ketiga menolak.

Seperti yang dialami Calon wali murid, Sriningsih asal Awang-awang Mojosari saat protes di kantor Dispendik, putranya mendaftar dipilihan utama SMP Mojosari, namun setelah gagal dimojosari tak bisa diterima dipilihan yang kedua yakni di SMP Kutorejo 2.

Sriningsih menjelaskan padahal saat simulasi awal, tak mengatur seperti itu, Zonasi mengatur secara otomatis , pilihan pertama gagal, masuk pilihan sekolah kedua atau ketiga.

BACA JUGA :  Tewas di Mesin Pabrik, Fakta Baru Terkuak...! Disnaker Jatim Bongkar Dugaan Pelanggaran di PT SPS Mojokerto

Ditambahkan Sriningsih, dalam pendaftaran online sebelumnya juga dijelaskan beberapa jalur masuk SMP yang bisa ditempuh yakni jalur KIP, non KIP jalur nilai USBN, Zonasi dan perpidahan orang tua.

Jalur non KIP saat simulasi apabila gagal di zonasi secara otomatis bisa dijalur ranking nilai USBN, “Katanya.

Anehnya semalam dalam aplikasi website PPDB online berubah total, saya sempat protes kepihak sekolah, namun kami diarahkan untuk ke Dinas pendidikan,” tandasnya. (wo)