Hukum

Siliwangi Dukung Lira Ungkap Dugaan Kebobrokan PKH

×

Siliwangi Dukung Lira Ungkap Dugaan Kebobrokan PKH

Sebarkan artikel ini
Siliwangi Dukung Lira Ungkap Dugaan Kebobrokan PKH
Foto Siliwangi Dukung Lira Ungkap Dugaan Kebobrokan PKH
Siliwangi Dukung Lira Ungkap Dugaan Kebobrokan PKH
Foto Siliwangi Dukung Lira Ungkap Dugaan Kebobrokan PKH

Probolinggo, Sekilasmedia.com – LSM Siliwangi mendukung langkah LSM Lira dalam upaya mengungkap dugaan kebobrokan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Probolinggo. Hal itu disampaikan Syaiful Bahri selaku Ketua Umum dari lembaga anti rasuah tersebut.

“Kami mendukung langkah Lira (lumbung informasi rakyat) dalam upaya  membedah dugaan kebobrokan yang terjadi pada PKH. Selama ini, kami pun kerap menerima pengaduan dari masyarakat perihal pelaksanaan PKH. Akurasi data yang bersumber dari BPS itu perlu dilakukan verifikasi dan validasi secara kontinyu. Biar program betul-betul diterima masyarakat yang memang layak menerima,” ujarnya saat ditemui media ini di Pemkab Probolinggo, Senin (12/8) pagi.

BACA JUGA :  Perencanaan Kurang Matang, Proyek Ipal Komunal Kelurahan Pilang Diduga Dikerjakan Asal - Asalan

Diungkapkan Syaiful, pihaknya siap bersinergi dengan Lira senyampang itu demi kepentingan masyarakat. “Kami harap Lira bukan hanya terfokus pada hal kevalidan data penerima. Tetapi perlu masuk dan telusuri tentang dugaan adanya rangkap jabatan pendamping PKH. Dimana mereka diduga (rangkap jabatan) menerima double gaji dari pemerintah. Selain itu coba telusuri adanya dugaan pungutan liar dalam pelaksanaan PKH,” paparnya.

BACA JUGA :  Setelah Dilaporkan Warga, Pria 30 Tahun Ini Akhirnya Ditangkap Polisi Beserta Barang Bukti 18 Klip Diduga Sabu

Seperti diketahui, sehubungan dengan adanya PKH, Khususnya di Kabupaten Probolinggo, LSM Lira mengklaim banyak ditemukannya ketimpangan sosial dalam pengelolaan dan penerima, yang diduaga banyak salah sasaran. Lira meragukan akurasi data KPM yang dipakai Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo dan menilai tidak melihat regulasi ekonomi.

“Ini negara sangat dirugikan dan seolah olah pembodohan terhadap warga yang seharusnya mendapatkan PKH. Malah justru orang-orang bermobil yang mendapatkannya,” tegas Syamsudin selaku Bupati Lira Kabupaten Probolinggo.(mul)