Peristiwa

Abrasi Porak-Porandakan Warung dan Lahan Petani Tempursari

×

Abrasi Porak-Porandakan Warung dan Lahan Petani Tempursari

Sebarkan artikel ini
Abrasi Porak-Porandakan Warung dan Lahan Petani Tempursari
Foto Pantai TPI saat setelah terkena abrasi
Abrasi Porak-Porandakan Warung dan Lahan Petani Tempursari
Foto Pantai TPI saat setelah terkena abrasi

LUMAJANG, Sekilasmedia.com – Adanya liburan panjang terkait perayaan hari Natal di Tahun 2019, dan menjelang Tahun Baru yang akan datang tahun 2020, namun lain untuk Warga Masyarakat Tempursari, yang saat ini salah satu di daerahnya sedang dilanda musibah. Yaitu pada hari Jum’at 27 Desember 2019 malam sekitar Pukul: 08.00 Wib, telah terjadi abrasi tepatnya di pantai selatan yang berada di Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Sabtu (28/12/2019).

Terjadinya abrasi yang menimbulkan gelombang ombak yang cukup besar hingga ketinggian kisaran 4 meter sampai 5 meter tersebut, di duga akibat adanya gerhana matahari beberapa hari yang lalu. Dimana abrasi membuat 9 petak warung makan yang terletak diareal Tempat Pelelangan Ikan (TPI), ludes berantakan di porak-porandakan oleh hempasan ombak, selain itu ladang para petani yang berada disepanjang bibir pantai menjadi rata akibat tertimbun oleh pasir.

Menurut salah satu warga yang dalam kesehariannya akrab dengan sapaan mbak Yuli, pemilik warung ditepi pantai wisata TPI mengatakan, bahwa terjadinya abrasi tersebut mulai dari hari – hari sebelumnya, namun tidak sampai separah seperti yang terjadi kali ini.

BACA JUGA :  Diduga Alami Laka Tunggal, Pria di Blitar Tewas di Persawahan

“Ya mulai dari kemarin itu sudah terlihat besar dan tidak seperti biasanya ombak itu, pas hari Kamis sekitar jam: 19.30 Wib kemarin baru terjadi abrasi. dan terjadi lagi tadi malam sekitar Jam: 20.00 Wib bahkan gelombang ombaknya lebih besar lagi dari sebelumnya,”Ujarnya.

Terjadinya abrasi laut yang diketahui telah merusak ladang para petani diantaranya, di Pantai Bulu Dusun.Tegalbanteng, Desa. Tegalrejo,Kecamatan Tempursari.

Selain itu juga terjadi di pantai wisata Tempat Pelelangan Ikan (TPI), yang berada di Dusun.Karangmenjangan, Desa.Bulurejo Kecamatan Tempursari.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo, mengatakan, gelombang air laut dengan ketinggian mencapai 4 sampai 5 meter. Mengakibatkan air laut naik keareal lahan pertanian Masyarakat, khususnya di Desa.Tegalrejo, Tegalbanteng. Selain itu abrasi juga melanda Desa.Bulurejo, TPI Karangmenjangan, memporak-porandakan 9 petak warung tempat pembakaran ikan.

BACA JUGA :  PENEMUAN MAYAT MASIH DISELIDIKI

“Gelombang ombak setinggi 4 sampai 5 Meter akibat dampak Gerhana Matahari Menjelang Tanggal Muda, yang menurut Hitungan Jawa (Mapak Tanggal).sehingga mengakibatkan air laut naik ke areal lahan  pertanian Masyarakat Desa. Bulurejo dan Tegalrejo,”Ujarnya.

Gelombang tinggi diwilayah pesisir pantai selatan Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang diduga terjadi mulai hari Kamis Tanggal 26 Desember 2019, sekitar Pukul: 19.30 Wib, sampai hari ini dan terjadi lagi gelombang dengan ketinggian sekitar 4 sampai 5 Meter.

“Maka dari itu kami menghimbau agar tetap waspada dan menjaga keamanan masing-masing. Dan memasang Polisline supaya Masyarakat maupun pengunjung tidak melewati garis tersebut, karena bisa berbahaya,”Terangnya lagi.

Kejadian tersebut dilaporkan oleh warga kepada pihak instansi terkait, dan segera ditindaklanjuti untuk dilakukan pendataan.
Untuk itu dihimbau kepada Masyarakat tetap waspada menghadapi bencana hidrometeorolgi.

“Untuk Warga yang tinggalnya disepanjang pisisir laut, diharapkan lebih meningkatkan kewaspadaan dan giatkan siskamling, dan galakkan pemantauan setiap saat untuk situasi dan kondisi sekarang ini,”Pungkas Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD. (Shelor).