Daerah

Kampung Ramah Anak Desa Punten Kota Batu Dapat Respon Positif Dari Menteri PPPA

×

Kampung Ramah Anak Desa Punten Kota Batu Dapat Respon Positif Dari Menteri PPPA

Sebarkan artikel ini
Menteri PPPA dan juga Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait dengan di dampingi Forkompimda Kota Batu

Batu, sekilasmedia.com – Desa Punten, Kota Batu berhasil dalam menerapkan konsep kampung ramah anak mendapat respons positif langsung dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, (PPPA) I Gusti Bintang Ayu Darmawati.

Pada kesempatan itu, Menteri PPPA dan juga Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait dengan di dampingi Forkompimda Kota Batu menyambangi Kampung Ramah Anak Desa Punten, Kota Batu, Kamis (27/02/2020).

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati yang akrab disapa Bintang Puspayoga dalam sambutanya menyatakan bahwa tantangan yang dihadapi para orang tua, khususnya di era digital seperti saat ini, semakin berat.

Bintang menjelaskan, dengan era digital seperti saat ini, berbagai informasi, baik itu yang positif maupun negatif semakin mudah diakses, termasuk oleh anak-anak. Sehingga anak-anak perlu pendampingan berkelanjutan yang harus dilakukan para orang tua.

“Mendidik anak itu bukan hal yang mudah, apalagi di era digital seperti saat ini, yang semuanya mudah diakses. Tantangan kita ke depan semakin berat,” kata Bintang,

BACA JUGA :  Cegah Kekerasan Terhadap Anak, DPRD Provinsi Jatim Gelar Sarasehan Bersama Stakeholder

Bintang menjelaskan, dengan era yang tanpa batas dan sangat kompleks seperti saat ini, para orang tua diharapkan juga mampu mengikuti perkembangan teknologi sehingga pengawasan dan pendampingan kepada anak bisa lebih mudah dilakukan.

Bintang menambahkan, selain para orang tua, perkembangan teknologi yang sangat cepat tersebut juga harus diikuti oleh para pengambil kebijakan, mulai dari pemerintah tingkat desa, hingga tingkat pusat.

“Pada era yang luas tanpa batas dan sangat kompleks, ini adalah tantangan yang berat bagi kita semua,” kata Bintang.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Bintang, diharapkan seluruh pemangku kepentingan termasuk pemerintah bisa memberikan perhatian lebih kepada anak-anak, yang merupakan generasi penerus bangsa itu.

“Saya mengharapkan Kota Batu bisa menjadi kota layak anak, yang menjadi tujuan kita semua,” kata Bintang.

Rencananya, pemerintah akan mengadopsi konsep Kampung Ramah Anak Desa Punten, yang diharapkan mampu menjadi kampung percontohan layak anak pada tingkat nasional. Namun tetap disesuaikan dengan kearifan dan potensi masing-masing daerah di seluruh wilayah Indonesia.

BACA JUGA :  Cegah Klaster Baru Covid-19, Dinkes Tuba Akan Melakukan Rapid Test Massal di Sekolah

Menurut Arist Merdeka Sirait dalam keteranganya bahwa jika keviatan ini dijalankan dengan benar, walaupun di gang sempit anak-anak tetap bisa mendapat kenyamanan dan hal ini sebagai awal yang positif.

“Hari ini semua melihat bahwa meskipun di gang-gang sempit, tetapi peran masyarakat dalam memberikan ruang kepada anak untuk bisa berkembang, untuk bisa mengatur dirinya sendiri sangat luar biasa,” ucap Arist.

Lebih jauh, Arist menjelaskan bahwa konsep kampung ramah anak tidak akan bisa berjalan tanpa dukungan masayarakat. Masyarakat diminta memberikan ruang kepada anak agar mereka bisa mendapatkan kebebasan.

“Jadi untuk bisa menerapkan konsep kampung ramah anak perlu adanya dukungan dari seluruh warga,” pungkasnya.

Selain memberikan ruang pada kawasan kampung, di Desa Punten juga terdapat satu rumah yang sengaja dimodifikasi. Modifikasi tersebut untuk memberikan tempat bagi anak-anak di lingkungan tersebut agar bisa mengembangkan diri dalam bidang budaya. Sehingga mereka bisa memiliki kegiatan lain agar tidak terlalu bergantung pada gadget.
(BAS/ADV)