Hukum

Cegah Kekerasan Terhadap Anak, DPRD Provinsi Jatim Gelar Sarasehan Bersama Stakeholder

×

Cegah Kekerasan Terhadap Anak, DPRD Provinsi Jatim Gelar Sarasehan Bersama Stakeholder

Sebarkan artikel ini
Kegiatan sarasehan membahas soal kekerasan terhadap anak saat berlangsung di hotel Aston Mojokerto ( foto: Wibowo)

 Mojokerto,Sekilasmedia.com-Dalam upaya mencegah kekerasan fisik dan seksual terhadap anak, acara sarasehan digelar di Hotel Aston Mojokerto pada Minggu (25/5/2025). Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, kepolisian, hingga forum anak dan lembaga masyarakat.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Golkar, Sumardi, SH., MH., menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak.

“Kita ingin Mojokerto menjadi kabupaten layak anak. Angka kekerasan terhadap anak di Mojokerto cukup tinggi dan ini perlu menjadi perhatian serius. Kegiatan seperti ini menjadi ruang komunikasi dua arah antara aparat dan masyarakat, khususnya anak-anak muda agar mereka punya ruang berekspresi dan menjadi pelopor kegiatan positif,” terang Sumardi.

BACA JUGA :  Maraknya Dugaan Pungli di Probolinggo, Asman Afif Mulai Soroti PTSL

Ia juga mengajak forum anak dan komunitas pemuda seperti Insan Genre dan Forum Anak Majapahit untuk aktif menciptakan program yang mendukung tumbuh kembang anak di Mojokerto. “Anak-anak muda kita luar biasa. Mereka bisa menjadi inspirasi dan agen perubahan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Kanit PPA Polres Mojokerto, Iptu Ahmad Muthoin, SH., yang turut hadir dalam sarasehan tersebut melakukan siaran langsung kegiatan tersebut, menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam melaporkan kasus kekerasan terhadap anak.

“Polisi siap menindaklanjuti laporan masyarakat. Kami juga aktif melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah. Namun sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum tahu bagaimana dan ke mana harus melapor,” jelasnya.

BACA JUGA :  Data PKH Sudah Kadaluwarsa, Lira Probolinggo Segera Lapor Tipikor

Senada disampaikan Kepala Dinas BKKBN Kabupaten Mojokerto, Sugeng, bahwa kegiatan ini dapat menjadi sarana peningkatan kapasitas peserta agar ke depan mampu mencegah dan menekan angka kekerasan, baik fisik maupun seksual.

“Kami berharap melalui sarasehan ini masyarakat menjadi lebih sadar, dan kekerasan terhadap anak bisa ditekan secara signifikan di Mojokerto,” terang Sugeng.

Sarasehan ini menjadi langkah nyata kolaborasi lintas sektor untuk menjadikan Mojokerto sebagai Kabupaten Layak Anak dan memberi ruang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang generasi muda.