Daerah

Gubernur Jawa Timur Tinjau Langsung Kesiapan Kampung Tangguh Desa Pendem Junrejo Kota Batu

×

Gubernur Jawa Timur Tinjau Langsung Kesiapan Kampung Tangguh Desa Pendem Junrejo Kota Batu

Sebarkan artikel ini

 

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mendampingi Gubernur Khofifiah meninjau Kampung Tangguh di Batu, Rabu (27/05/2020).

Batu, sekilasmedia.com – Wali Kota Batu, Hj. Dewanti Rumpoko bersama Forkopimda Kota Batu menyambut kedatangan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beserta rombongan Forkopimda Jawa Timur dalam rangka meninjau kampung tangguh di lumbung pangan Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Rabu (27/5/2020).

Kampung tangguh di bentuk agar masyarakat sekitar bisa memiliki kemandirian dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, khususnya pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini.

BACA JUGA :  Sekitar 129 Demonstran Diamankan, 17 Dibawah Umur, Berikut Ujar LBH

Gubernur menyebut bahwa kawasan Malang Raya bisa mulai menyiapkan diri untuk melakukan tata kehidupan baru atau ‘new normal’ di tengah pandemi covid-19.

“Kurva epidemiologi perkembangan kasus terkonfirmasi covid-19 di Malang Raya ini terbilang melandai, sehingga dinilai siap untuk melakukan transisi tata kehidupan baru meski PSBB baru” terangnya.

Saat disinggung kapan dilaksanakan Gubernur menyampaikan bahwa sore ini akan dibahas bersama Forkopimda Malang Raya di Bakorwil Malang.

“Nanti sore kami akan musyawarah bersama dengan Wali Kota Batu, Bupati Malang dan Wali Kota Malang. Ada kurva epidemologi yang sebetulnya Malang Raya setelah PSBB tahap satu, bisa melakukan persiapan untuk transisi tata kehidupan baru atau new normal,” jelasnya.

BACA JUGA :  Dinkes Tulungagung Berikan Vaksin Pada Pelajar Siswa -Siswi SMKN1 Tulungagung, guna Pembelajaran Tatap Muka (PTM

Lebih lanjut, Gubernur Jatim mengatakan, di kampung tangguh Desa Pendem ini mereka memiliki lumbung pangan, gerakan sukarelawan untuk penyediaan sayuran, penyediaan ruang isolasi dan juga penyediaan layanan pemulasaraan jenazah.

“Warga kampung juga memiliki SOP pembatasan mobilitas warga yang keluar dan masuk desa sejak bulan Maret yang lalu. Sehingga ini layak untuk dijadikan role model di kampung lain di Jawa Timur,” pungkasnya. (BAS)