
Batu, Sekilasmedia.com – Konferensi Wilayah dua, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jatim resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Bertempat di Hotel Ciptaningati Kota Batu, Sabtu (24/10) Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah membuka konferwil didampingi Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.
Tema ‘Konten Sehat, Media Kuat, Industri Hebat’ dipilih sebagai bentuk kesiapan menyongsong era kolaborasi menghadapi kondisi media di tengah pandemi. Pertemuan tiga tahunan ini sekaligus membahas program utama AMSI Jatim dalam penguatan dan upaya memajukan perusahaan media siber secara profesional.
Dalam sambutannya, Khofifah mengajak industri media bersinergi dengan pemerintah untuk menciptakan konten sehat. Dengan informasi yang sehat dan jelas, dapat memicu ekonomi dan pariwisata di Kota Batu dan Jawa Timur.
“Indeks demokrasi Indonesia dipengaruhi oleh pemberitaan media massa lokal sebagai salah satu variabel penilaian” terangnya.
Lebih lanjut khofifah mengatakan bahwa seiring perkembangan zaman, media massa tak melulu hanya terpaku pada produk media massa cetak. Karena, menurut Khofifah, selama ini BPS Pusat masih menggunakan paradigma lama, yakni berpedoman pada media massa cetak sebagai parameter menentukan indeks demokrasi Indonesia.
“Maka AMSI perlu mendorong BPS Pusat, agar industri media massa digital bisa masuk sebagai parameter dalam mengukur indeks demokrasi. Konten berita yang sehat, media yang kuat, industri yang hebat maka demokrasi akan berkualitas,” tuasnya.
Ditempat yang sama, Ketua AMSI Jawa Timur, Arief Rahman dalam sambutanya mengatakan, hantaman pandemi Covid-19 membawa ekses negatif terhadap sektor-sektor kehidupan, salah satunya sektor perekonomian. Begitu juga dengan industri media massa yang diuji daya tahannya di tengah pandemi yang masih belum diketahui letak ujungnya.
“Dalam menghadapi situsasi ini, kesetikawanan sosial sangat dibutuhkan. Bukan lagi saling berkompetisi, melainkan kolaborasi sebagai kunci agar terlepas dari dampak pandemi yang tak hanya mengguncang aspek kesehatan, tapi juga perekonomian” kata Arief.
Menurut Arief bahwa berkaca pada negara-negara Eropa yang berkolaborasi saat flu Spanyol. Terinspirasi dari pola seperti itu, media massa perlu berkolaborasi tanpa harus menegasikan daya kritiknya dan independensi.
“Kolaborasi dibangun dalam wilayah strategis untuk mencapai tujuan bersama. Kolaborasi menjadi fokus AMSI agar industri media massa tetap eksis dan kuat. Bentuk kolaborasi itu yakni memproduksi konten berita yang sehat” seru Arief. (BAS)





