Trenggalek, Sekilasmedia.com – Partisipasi masyarakat dalam Pilbup Trenggalek 2020 meningkat menjadi 67, 9 persen dengan asumsi pemilih di Daftar Pemilih Tetap (DPT) 581.880 orang dan yang hadir 395.114.Sedangkan untuk Pilbup Trenggalek tahun 2010 hanya 57, 1 persen dan 2015 sebesar 67, 8 persen.
Komisonir Divisi Sosialisasi – Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Nurani Soyomukti menganggap capaian 67, 9 persen ini bisa dibilang lumayan untuk pemilihan era pandemi.”Saya kira ini capaian yang cukup lumayan.Bahkan bisa melampaui capaian tahun 2010 dan 2015, ” ucapnya, Selasa (15/12/2020).
Nurani sapaan akrabnya mengatakan, faktor penyebab meningkatnya partisipasi masyarakat dalam Pilbup antara lain, panitia tingkat kecamatan dan tingkat desa diberikan bimbingan tehnik (bimtek) dan dibekali secara masiv untuk sosialisasi lewat media sosial (medsos).
Selain itu, untuk tiap – tiap TPS dan personil yang masing – masing desa ada 6 orang wajib memposting sosialisasi milik KPU dan buatan sendiri.
“Masivnya dan gencarnya sosialisasi di medsos menjadi salah faktor penentu meningkatnya jumlah pemilih.Bahkan jumlah peserta foto selfi di TPS mencapai 150 peserta, ” tandasnya.
Pria lulusan Universitas Jember ini menuturkan, KPU Trenggalek juga mendata pemilih yang ada di luar negeri yang rata – rata tidak akan datang.Sehingga jika pemilih yang ada di luar negeri tidak didata tentu saja prosentase tingkat kehadiran akan lebih tinggi.”Ini terbukti dengan surat undangan kepada warga untuk memilih banyak yang kembali.Artinya warga yang ada dibluar negeri tidak pulang, ” kata Nurani (ags).