
Gresik, Sekilasmedia.com – Irfan Choirie, SH., M.H, selaku politikus Nasdem menilai Tata kelola pasar milik Pemkab Gresik selama ini, masih carut marut. Terutama penanganan kebersihan.
Carut marutnya tata kelola pasar milik pemerintah daerah, kata pengamat masalah pasar ini, ” Disinyalir kurang adanya sinkronisasi dalam menjalankan tugas antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Jadi, kayaknya jalan sendiri-sendiri. Tak sinkron. Tak terwujud koordinasi yang baik, mulai Dinas Perindagkop dan UKM, Satpol PP, dan OPD terkait lain.”
Irfan mencontohkan sejumlah pasar milik Pemkab Gresik yang penataannya kurang baik, antara lain Pasar Kota Gresik, Pasar Baru, dan pasar di sejumlah kecamatan, Sidayu, Dukun, Benjeng, dan pasar lain.
“Model tata kelola pasar seperti ini harus diubah. Ke depan, kalau Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wabup Aminatun Habibah sudah dilantik, Pemerintahan Gresik Baru harus melakukan terobosan untuk memperbaiki tata kelola pasar,” pintanya, Jumat petang (19/2/2021).
Menurut Irfan, hal itu harus dilakukan, sebab pasar merupakan simpul-simpul perekonomian, khususnya menggeliatkan ekonomi kerakyatan.
“Kebersihan pasar harus dijaga, sebab sangat penting untuk kenyamanan penjual dan pembeli (konsumen), jangan hanya retribusinya saja yang diurus,” ujar dia.
“Sudah 10 tahun ini rakyat menanti perubahan tata kelola pasar yang nyaman digunakan untuk sarana perekonomian. Diharapkan dengan adanya tata kelola yang baik, keberadaan pasar bisa berfungsi dengan baik untuk kepentingan ekonomi kerakyatan,” ucap Irfan.
“Sudah tak zamannya bangun-bangun sesuatu yang wah atau mercusuar kalau keberadaannya tak produktif, membangun tanpa ada nilai ekonomis untuk masyarakat, dan untuk kesejahteraan rakyat Gresik,” pungkasnya. (rud)






