
Denpasar,Sekilasmedia.com
Dalam memperingati Hari Jadi Provinsi Bali ke-63, di tengah pandemi C-19. Gubernur Bali Wayan Koster, memimpin pelaksanaan upacara bendera secara hybrid (langsung dan daring) dengan protokol kesehatan (Prokes) ketat dari Gedung Gajah, Jaya Sabha. Dan diikuti oleh para peserta upacara dari luar Lapangan Kantor Gubernur Bali.
Dalam sepatah pidato Gubernur Koster mengatakan, ucapan syukur atas capaian dan prioritas pembangunan Bali yang telah berjalan sesuai rencana, di tengah pandemi corona. Juga ungkapkan rasa terimakasih, karena beberapa program prioritas, dalam mengimplementasikan regulasi strategis berhasil diundangkan diantaranya penguatan Desa Adat, penggunaan aksara dan bahasa Bali, penggunaan busana adat Bali.
Selain juga ada, penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali, Bulan Bung Karno, Festival Seni Bali Jani, pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai, Jaminan Kesehatan Krama Bali Sejahtera, pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan, dan industri lokal Bali, serta tata kelola minuman fermentasi destilasi khas Bali.
” Kita warga pulau dewata patut berbangga, karena sudah ada 40 regulasi strategis termasuk untuk pembangunan daerah Bali telah diundangkan,” ucap Gubernur Koster.
Disebutkan regulasinya terdiri atas 15 Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali dan 25 Peraturan Gubernur (Pergub) Bali, yang merupakan landasan hukum yang sangat strategis dan fundamental dalam pelaksanaan pembangunan menuju Bali Era Baru, sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Dimikian pula, untuk program pembangunan infrastruktur di Bali juga menjadi prioritas, bahkan telah terealisasi.
Diantara infrastruktur yang sudah dikerjakan, pembangunan ruas jalan singkat (shortcut) Singaraja-Mengwitani. Pembangunan Pelabuhan Segitiga Sanur, Nusa Penida, dan Nusa Ceningan. Normalisasi Tukad Unda, penataan dan pengembangan Pelabuhan Benoa; serta dan terakhir pembangunan 10 SMA/SMK Negeri baru di Denpasar, Badung, Karangasem, dan Gianyar.
“Meski semua terlaksana, tapi kita masih punya PR, pembangunan infrastruktur monumental yang saat ini sedang dalam proses pembangunan,” ujar Gubernur Koster.
Masih kata Gubernur jika infrastruktur monumental tersebut meliputi Pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Pura Agung Besakih, Karangasem dan Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung. Dimana dua infrastruktur tersebut merupakan program pembangunan paling penting saat ini.
“Jadi dua program ini prioritas utaman kita. Setelahnya nanti akan saya dedikasikan untuk memuliakan keluhuran dan kesucian Adat, Agama, Tradisi, Seni, Budaya, serta Kearifan Lokal Bali,” ungkapnya.
Disampaikan lebih lanjut, di Hari Jadi Provinsi Bali ke 63, yang mengusung tema (Tubuh Dan Bangkit Dalam Tatanan Bali Era Baru Sesuai Visi Nagun Sat Kerthi Loka Bali), Gubernur Koster meminta juga mengajak seluruh Bupati/Walikota di Bali termasuk Krama Bali untuk selalu bersama-sama solid, mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan secara sekala dan niskala.
“Saya mengajak Bupati/Walikota se-Bali mari untuk selalu bersama-sama nindihin gumi Balli, tentunya dalam membangun satu kesatuan wilayah, satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola dengan menghilangkan egoisme sektoral dan wilayah,” minta Koster yang juga selaku Ketua PDIP Bali.
Menutup pidatonya, Gubernur Koster, tak hentinya menyatakan astungkara (terimakasih) kepada Hyang Widhi Wasa, (Tuhan Yang Maha Esa) yang senantiasa selalu memberikan anugerah terbaik. Semoga upaya untuk pemulihan perekonomian masyarakat Bali dapat berjalan dengan lancar sesuai tahapan yang telah direncanakan.
Acara itu juga dirangkai dengan penyerahan piagam penghargaan berupa Piagam Penghargaan Dharma Kusuma untuk pihak yang berprestasi atau berkontribusi dalam pemajuan kebudayaan, Pemenang Lomba Desa Kelurahan Tingkat Provinsi Bali Tahun 2021, Pemenang Lomba Teknologi Tepat Guna Tingkat Provinsi Bali Tahun 2021, Penghargaan Adhyasta Prajaniti Tahun 2021 dan Penghargaan Kepada Donor Darah Sukarela Lebih dari100 kali.




