Daerah

Ritual Akbar Digelar Jama’ah Nurul Aini Dilaut Cemara Tuban

×

Ritual Akbar Digelar Jama’ah Nurul Aini Dilaut Cemara Tuban

Sebarkan artikel ini
Prosesi Ritual dipimpin langsung oleh KH Musthafirin

Tuban,Sekilasmedia.com-Jama’ah Istighosah Nurul Aini dari berbagai Kota dan Kabupaten pada, Minggu (5/9/2921) menggelar Ritual Akbar dipantai Cemara Tuban. Untuk diketahui Ritual yang diikuti oleh ratusan jamaah ini dilaksanakan di pantai Cemara Tuban, tepatnya di Desa Sugih Waras Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban Jawa Timur.

Ritual Akbat ini diikuti dari berbagai Daerah seperti dari Kota Jombang, Mojokerto, Blora, Bojonegoro, dan juga Kota lainnya.

Ritual Akbar kali ini digelar tepat jam 15.00, prosesi ritual dipimpin langsung oleh KH Musthafirin, selaku pengasuh dan pendiri Jama’ah Istighosah Nurul Aini, yang berasal dari sengon, Jombang, Jawa Timur.

BACA JUGA :  Pemprov Jatim Perkuat SDM Pesantren, Dorong Santri Miliki Daya Saing Global

Pimpinan jamaah Nurul Aini KH. Musthafirin menyampaikan, kegiatan ini berlangsung setiap tahun, tepatnya tanggal 27 Muharram, sedangkan tempatnya selalu dilaut, dan kebetulan sesuai dengan firasat kita mengadakan di pantai Cemara, sebelumnya juga secara rutin sudah kita lakukan di pantai yang berbeda,” cetusnya.

Jamaah Nurul Aini dari berbagai Daerah saat mengikuti Ritual Akbar di Pantai Cemara Tuban

KH Musthafirin menjelaskan, bahwa kegiatan Ritual Akbar yang digelar setiap tanggal 27 Muharram ini ada filosofinya, yakni jejak para Nabi diceritakan setiap mendapatkan cobaan selalu pada tanggal 1 Muharram hingga tanggal 10 Muharram, setelah itu semua cobaan sudah selesai.

BACA JUGA :  Pemkab Malang Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Tegaskan Arah APBD 2026 Berkeadilan

” Dengan jejak cobaan para Nabi ini kita jadikan suritauladan untuk menjadi manusia yang lebih baik dan taat kepada Alloh SWT,” jelasnya.

Mengapa harus laut yang menjadi sasaran Ritual Akbar Jamaah Nurul Aini secara rutin disetiap tahun.

Lebih lanjut KH Musthasfirin menyampaikan, bahwa laut merupakan air yang suci dan tidak bisa najis, untuk itu kita harus mendekatkan diri kepada Alloh perlu hati yang suci dan fikiran yang suci seperti disaat kita menyatukan dengan alam seperti saat ini,” pungkasnya.(wo)