
Blitar, Sekilasmedia.com
Pemkot Blitar memberi apresiasi pada masyarakat yang mempunyai semangat dan kekompakan dalam memberantas sarang nyamuk.
Walikota Blitar Santoso menyerahkan piala dan penghargaan pada lingkungan terbaik dalam menyukseskan gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik nyamuk di Hotel Tugu Sri Lestari. Kamis (23/09/2021)
“Saat ini sudah memasuki musim pancaroba, dengan hujan yang mulai turun menjadi penyebab merebaknya demam berdarah dengan berkembangnya jentik-jentik nyamuk. Maka kegiatan kita hari ini adalah usaha untuk menyukseskan gerakan satu rumah satu pemantau jentik nyamuk,” kata Walikota Blitar Santoso.
Di tengah Pandemi Covid-19, Walikota Santoso mengajak masyarakat untuk tetap mewaspadai demam berdarah. Pasalnya DBD juga tidak kalah berbahaya yang tidak bisa disepelekan.
“Sebelum intens curah hujannya biasanya pada Bulan Desember masyarakat minimal sudah siap betul dalam mencegah demam berdarah,” ujar walikota.
Santoso mengatakan, jumlah kasus DBD di Kota Blitar pada tahun ini sebanyak 12 kasus, “Meski kasusnya relatif kecil kalau kita sampai lengah bisa jadi bisa menjadi berkembang besar. Maka itu mulai sekarang jangan sampai ada tempat bersarangnya nyamuk di rumah kita,” pesannya.
Di kegiatan itu ada 4 RW di Kota Blitar yang mendapatkan piala penghargaan dari walikota serta uang pembinaan. Juara 1 Kampung Geram Sithik RW 2 Kelurahan Tanggung, Juara 2 Kampung Lobejana RW 14 Kelurahan Sananwetan, dan Juara 3 Kampung Sihati RW 2 Kelurahan Pakunden. Serta juara favorit Kampung Jabastik (Jeten Bebas Jentik) RW 9 Kelurahan Bendogerit. (Hms/ddg)





