
Gresik, Sekilasmedia.com – Setelah dikabarkan menghilang beberapa hari, seorang bocah laki-laki ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam selokan depan rumah makan Kimochi jalan Kalimantan GKB, hari ini.
Menurut Kapolsek Manyar AKP Windu Priyo Prasetyo kepada awakmedia terkait ditemukannya korban tersebut mengatakan polsek Manyar sebelumnya menerima kabar anak hilang pada Jumat (5/11/2021) lalu dari keluarganya, dan sempat bersama warga desa Yosowilangun mencari. Namun hari ini Rabu (10/11/2021) berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam selokan.
” Anak tersebut bernama Hanif Akmal diketahui main hujan-hujan bersama empat temannya di sekitar
I Love GKB sesuai hasil rekaman CCTV disekitar lokasi tersebut. Namun kemudian, Hanif tidak ada bersama teman-temannya, hilang. Sudah beberapa hari hilang, kami juga sudah berusaha mencarinya,” ungkap dia.
Penemuan jenasah korban, berkat saksi seorang tukang parkir Amin di jalan Kalimantan, yang semalam mendapati bau yang tak sedap di sekitar lokasi penemuan yakni selokan depan rumah makan khas Jepang Kimochi.
Pada kesempatan tersebut, Kapolsek Manyar juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada Keluarga korban.
” Saya mewakili Polsek Manyar menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhum ananda Hanif Akmal Husnul Khotimah.” Kata AKP Windu.
Sementara itu, saksi mata yang tiap hari berprofesi sebagai tukang parkir, Amin kepada awakmedia menceritakan kronologi penemuan korban.
Bahwa semalam di depan rumah makan Kimochi ini tercium bau tak sedap karena di sini ada orang jualan makanan, dikira bau tikus mati. Jadi dibiarkan. Namun pagi tadi, karyawan rumah makan ini memanggil saya kalau ada bau tak sedap di dalam selokan. Di kira bau tikus yang mati, tapi saat dibuka tutup selokan tersebut dan dilihat semua pada diam dan syok. Saya lihat tampak ada tangan anak-anak yang menyembul sedikit keluar.
” Saya ingat kalau beberapa hari lalu ada anak hilang, dalam hati saya mungkin ini. Korban memakai baju warna merah. Lalu saya mencari rumah keluarga korban untuk menyampaikan penemuan tersebut. Orangtua korban saya tunjukkan di lokasi penemuan, setelah melihatnya. Mereka yakin itu anaknya yang hilang tersebut,” bebernya.
Jenasah korban setelah ditemukan lalu dibawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina untuk diotopsi dengan mobil ambulan puskesmas Manyar. Dan tempat penemuan diberi penanda polis line oleh Polsek Manyar. (rud)





