Daerah

Mas’ud Pertanyakan Progres Disposisi Surat MAKI ke Pidsus Kejari Gresik

×

Mas’ud Pertanyakan Progres Disposisi Surat MAKI ke Pidsus Kejari Gresik

Sebarkan artikel ini

 

Kanan, Kasie Intel Kejari Gresik bersama Ketua MAKI Wilayah Gresik di ruang kerjanya

Gresik, Sekilasmedia.com – Hari ini, Mas’ud Ketua LSM Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) Wilayah Gresik rencananya menemui Kasie Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Gresik guna mempertanyakan progres disposisi surat MAKI yang dilayangkan, beberapa waktu lalu.

Menurut Mas’ud bahwa pengajuan surat permohonan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Gresik nomor: 001/SP/MAKI/III/2022 perihal memohon segera menindaklanjuti hasil laporan audit Inspektorat Kabupaten Gresik terhadap Perumda Giri Tirta (PDAM) Gresik, sudah masuk tanggal 15 Maret 2022.

” Dan saat ini, ada 2 minggu setelah surat masuk, kami datangi Kasie Pidsus di kantor Kejari Gresik untuk menanyakan progres Disposisi Surat MAKI tersebut. Dan beliau mempertemukan kami bersama Kasie Intel Kejari Gresik Pak Deni di ruang kerjanya,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pemkab Mojokerto Melalui Dinkes Kabupaten Mojokerto Terus Gencarkan Program SEHATI dan SEJOLI di Desa Gembongan

Sementara itu Kasie Intel Kejaksaan Negeri Gresik Deni Niswansyah didampingi Kasie Pidsus Dymas Adji Wibowo menerima Ketua LSM MAKI Wilayah Gresik Mas’ud di ruang kerjanya pada Selasa (29/3/2022).

Terkait Surat Permohonan yang dilayangkan kepada Kepala Kejari Gresik, Kasie Intel Kejari Gresik menyampaikan bahwa surat tersebut sudah diterima pihaknya. Untuk tindaklanjutnya kami sesuai kode etik menunggu dari pihak lain (APH) memproses dulu.

” Setelah kami telusuri, ternyata sebelum LSM MAKI mengajukan surat permohonan ini ke Kejaksaan Negeri Gresik, ternyata ada lembaga lain yang sudah memasukkan laporan ke APH tersebut, selain Kejaksaan Negeri. Bisa di Polda Jatim atau Polres Gresik, pokoknya bukan di Kejaksaan Agung atau Kajati Jatim maupun ke Kejari Gresik,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Penyuluhan "Napza", Mahasiswa Unira Malang, Bekerjasama dengan Polsek Dampit

Jadi, jelas Kasie Intel bahwa sesuai kode etik profesi maka kami tidak bisa menyebutkan nama lembaga tersebut dan di mana yang dituju. Dan sesuai Surat Edaran 3 Menteri apabila suatu kasus ditangani oleh lembaga penegak hukum (APH) lainnya maka kami wajib menunggu proses yang berjalan.

” Tidak bisa serta merta bersamaan menangani kasus yang sama, jadi surat permohonan dari LSM MAKI untuk sementara menunggu” tandasnya.

Menanggapi apa yang disampaikan Kasie Intel Kejaksaan Negeri Gresik tersebut, Ketua wilayah MAKI Gresik Mas’ud mengatakan bahwa MAKI akan tetap mencari kepastian tentang siapa yang menangani perkara ini sebelum Maki sesuai apa yang disampaikan pihak Kejari Gresik yakni Kasie Intel. Dan akan menindaklanjuti lembaga tersebut di Polda Jatim atau di Polres Gresik.

” MAKI akan terus mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menangani kasus kebocoran di PDAM Gresik tersebut,” tandas Mas’ud. (rud)