
Blitar, Sekilasmedia.com-Berawal dari keresahan warga dan mangkraknya pembangunan jembatan penghubung antara Kelurahan Kedungbunder dan Kelurahan Sutojayan di Kecamatan Sutojayan, ratusan warga ngluruk kantor DPRD Kab. Blitar. Kamis (31/3/2022)
Sudah sekitar 2 tahun jembatan dibongkar dan tidak ada tanda akan dibangun padahal jembatan adalah akses penghubung utama, masyarakat menyangka setelah dibongkar, jembatan akan segera dibangun namun ternyata di tahun 2020 belum dibangun dengan alasan refocusing dana anggaran akibat COVID-19
“Dugaan kuat belum dibangunnya jembatan ini karena rencana anggaran pembangunan yang sangat tinggi. Ditemukan satu jembatan di Jalan Subali direncanakan menghabiskan anggaran 12,7 M. Hal ini menjadi penting untuk dipertimbangkan, sebab rencana pembangunan jembatan akan meningkatkan ketinggian jalan di area sekitar jembatan secara ekstrim, hal ini jelas akan menimbulkan pro-kontra dari masyarakat sehingga memungkinkan pembangunan jembatan akan semakin lama. Maka dengan ini kami memohon kepada DPRD Kab. Blitar dan Bupati Blitar agar mempercepat proses pembangunan jembatan dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat sekitar, ” Ucap Septa Resistor, Korlap aksi
Sementara Ketua Komisi III DPRD Kab. Blitar, Sugianto mengaku kasihan dengan kesulitan warga akibat hilangnya jembatan.
“Kami berjanji akan memperjuangkan aspirasi masyarakat ini, “Ucap Sugianto.
Wakil Ketua Komisi III Edi Sutikno menambahkan karena ini tidak masuk di usulan 2021, otomatis tidak bisa menuruti kehendak masyarakat, sesuai mekanisme yang ada kemungkinan di masukan PAK 2022, namun kembali terbentur aturan, PAK selain waktunya singkat tidak bisa membangun jembatan, dan pembatasan penggunaan anggaran hanya diperbolehkan dibawah Rp12 milyar, dengan penjelasan tadi akhirnya masyarakat bisa menerima. ddg






