
Malang,sekilasmedia.com – Aksi kriminalitas bisa terjadi oleh siapa saja. Baru-baru ini sebuah toko perlengkapan bayi Dobeedo Babykids di Kalirejo Lawang menjadi sasaran. Seorang warga negara asing (WNA) diduga melakukan percobaan aksi perampasan uang di kasir toko.
Aksi pelaku terekam CCTV dalam toko dan sempat viral di media sosial. Percobaan pencurian uang toko itu diketahui terjadi pada Minggu (8/5). Saat itu terdapat dua orang penjaga toko. Sementara pelaku melakukan aksinya dua orang.
Listianto, pemilik Toko saat dikonfirmasi awak media, Selasa (10/05) membenarkan terkait kejadian itu. Dua orang karyawannya dibuat kebingungan lantaran pelaku datang dengan tujuan awal mengaku ingin menukarkan uang.
“Awalnya datang mau tukar uang Rp 100 ribu. Tetapi minta yang cetakan tahun 2022. Katanya untuk koleksi. Jadi tidak diberi sama penjaga,” terang Listianto.
Setelah usaha menukar uang tak dipenuhi, lanjut Listyanto, Pelaku tak percaya dan meminta kasir menunjukkan uang yang berada di kasir. Karena kesal, pegawai toko sempat menunjukkan uang dalam kasir. Namun, pelaku malah menjulurkan tangannya untuk mengambil paksa uang yang ada di tangan kasir.
“Langsung ditarik lagi tidak sampai diambil. Kalau saat itu dia mengaku orang India. Dia membawa remaja perempuan yang mengalihkan perhatian,” jelasnya.
Setelah aksinya gagal, pelaku lalu meninggalkan toko dengan mengendarai mobil. Setelah kejadian, pemilik toko menyebarkan informasi ke jejaring grup WhatsApp toko. Setelah ditelisik, pelaku diketahui orang yang sama yang telah melakukan aksi serupa. Ia membawa kabur uang Toko KidsStore yang ada di Kelurahan/Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang jelang Ramadan lalu.
“Rupanya sudah nyuri sebelumnya di toko yang di lawang. Teman anak saya. Uangnya hilang Rp 500 ribu,” tambahnya.
Dari kejadian ini korban tidak melaporkan ke polisi. Korban menyebarkan informasi ke jejaring media sosial untuk kewaspadaan. Pelaku yang masih berkeliaran bahkan sempat diketahui keberadaannya di Pasar Singosari oleh salah satu rekan korban.
Hingga kini pihak kepolisian masih mendalami kasus ini. (BAS)






