
Malang,Sekilasmedia.com Sekelompok Aremania menuntut kasus Tragedi Kanjuruhan kepada Arema FC.
Dimana aksi demo para suporter Aremania pendukung Arema FC yang mengatasnamakan Arek Malang Bersatu menggelar aksinya di depan Kandang Singa, Jalan Mayjen Panjaitan, Kota Malang, hingga berakhir ricuh dan membuat Kantor Arema rusak, Minggu (29/1).
Dalam aksi tersebut ada beberapa tuntutan dari Aremania yakni :
1. Meminta Arema FC (PT AABBI) selaku klub yang amoral untuk mundur dari kompetisi Liga 1.
2. Menolak segala aktifitas PT AABBI atau Arema FC sebagai salah satu pihak yang terlibat dalam Tragedi Kanjuruhan di seluruh wilayah Malang Raya.
3. Mendesak PT AABBI atau Arema FC sebagai subyek hukum (korporasi) untuk ikut berpartisipasi aktif dalam upaya usut tuntas Tragedi Kanjuruhan. Serta kooperatif dalam proses hukum yang berjalan.
Aksi massa di awali mereka datang dari arah Taman Makam Pahlawan (TMP) menuju kantor Arema FC atau Kandang Singa, pukul 12.25 WIB.
Begitu tiba dilokasi, mereka dihadang oleh sejumlah penjaga di kantor Arema FC. Bentrokanpun tidak terelakan antara massa aksi demo dan para pengaman di kantor Arema FC. Hingga kedua belah pihak saling pukul.
Atas bentrokan tersebut, beberapa orang mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala.
Saat kejadian, tampak sejumlah orang dari massa aksi demo kemudian terpantau melemparkan batu dan cat ke arah kantor Arema FC. Akibatnya, terlihat sejumlah jersey dan manekin merchandise pun berjatuhan tertimpa pecahan kaca.
Tidak sampai di situ, massa juga melepas logo Arema FC yang terpasang di kantor itu dan membakarnya langsung di tengah jalan.
Sejumlah poster bernadakan boikot hingga berwajah Iwan Budianto dengan tulisan “Aremania Berjuang Sendiri, Klubnya Tidak Peduli” tertempel tak beraturan di tembok-tembok kantor Arema FC.
Tidak berselang lama sejumlah personel kepolisian hingga Satpol PP Kota Malang pun tiba di lokasi, untuk mengendalikan situasi yang mulai tidak kondusif.
Saat Kabag Ops Polresta Malang Kota beserta Kapolsek Klojen tiba. Namun massa aksi menolak kedatangan aparat dan meminta mereka tak ikut campur dalam aksi tersebut.
Usai sedikit mereda, salah seorang massa aksi, naik ke atas mobil dan melakukan orasinya di tengah guyuran hujan.
“Kami Arek Malang menyadari bahwa lingkungan internal kami sangatlah banyak kekurangan yang membuat perjuangan usut tuntas Tragedi Kanjuruhan ini sangat lemah,” ujar salah satu orator aksi Arek Malang Bersatu.
Selain itu, dia juga menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh warga Indonesia dan Malang Raya atas dampak yang terjadi pasca-Tragedi Kanjuruhan Malang 1 Oktober 2022.
“Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia atas ketidaknyamanan untuk menikmati hiburan sepak bola Indonesia. Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh warga Malang Raya, karena sudah direndahkan martabatnya oleh tindakan nirempati,” tegasnya. (BAS)






