Daerah

Akibat longsor di Kutorejo, Mojokerto rumah menggantung satu keluarga mengungsi

×

Akibat longsor di Kutorejo, Mojokerto rumah menggantung satu keluarga mengungsi

Sebarkan artikel ini

Mojoketo,Sekilasmedia.com Terjadi longsor setelah hujan deras mengguyur kabupaten Mojokerto Selasa 14/3/23,satu kelurahan di dusun Wonokerto,desa Wonodadi, kecamatan Kutorejo, kabupaten Mojokerto yang saat ini mengungsi,rumah yang mereka tinggali selama puluhan tahun terancam ambruk akibat longsor.bahkan kondisi rumah tersebut sudah menggantung.

Pantauan di lokasi kemarin (15/3), revetment setinggi 15 meter ambrol sepanjang enam meter. Tebing sisi barat Sungai Sumberkembar itu tergerus sedalam 1,5 meter. Jembatan pun ditutup untuk kendaraan roda empat ke atas. Kejadian longsor ini berdampak ke bangunan rumah milik Susilo Atmojo, 47, warga Dusun Wonokerto. Sebagian fondasi rumahnya kini retak dan menggantung. ”Awalnya hujan lebat lama, terus meluap sampai ambrol,” ungkap Susilo.

Luas bangunan rumah sekitar 20 x 25 meter tersebut berada tepat di sisi timur sungai. Rumah berusia lebih dari 50 tahun itu ditinggali Susilo bersama istri dan kedua anaknya. Setelah kejadian longsor tersebut, rumah kini dikosongkan. Susilo khawatir longsor susulan sewaktu-waktu membuat rumahnya ambruk. Demi keamanan, Susilo dan keluarga terpaksa mengungsi ke tempat tinggal orang tua yang kini masih satu desa. ”Tidak berani menempati, soalnya seperempat bagian rumah sudah retak dan menggantung,” ujarnya

BACA JUGA :  Semangat Berbagi di Hari Raya Iduladha, Masjid Agung Darussalam Sembelih 6 Sapi dan 13 Kambing

Tim BPBD dan Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto kemarin meninjau lokasi revetment yang longsor dan menggerus bangunan rumah warga ini. Kepala DPUPR Rinaldi Rizal Sabirin menilai, DAS Sungai Sumberkembar yang berada di bawah naungan BBWS Brantas butuh penanganan kompleks. Debit sungai tak terkendali dan menghanyutkan sampah bambu sehingga memicu sejumlah kerusakan.

BACA JUGA :  Respon Cepat Tindaklanjuti Pengaduan Masyarakat, Polres Nganjuk Berhasil Mengamankan Puluhan Motor Balap Liar

Khusus rumah warga dampak kerusakan yang mengancam, pihaknya akan bersurat ke BBWS agar segera bisa melakukan penanganan darurat. ”Mungkin nanti akan kami buat semacam bangunan pengontrol air secara darurat untuk mencegah supaya tidak ada kerusakan yang lebih parah,” bebernya di lokasi. Biaya penanganan itu akan diusulkan melalui dana Belanja Tak Terduga (BTT) yang dianggarkan pemkab sebesar Rp 30 miliar untuk penanganan bencana tersebut.

Terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan kawat bronjong untuk menambal revetment yang mengalami longsor. Sedangkan, material batu pengisi bronjong akan diupayakan pihak desa. Dalam hal ini, Dinas PUPR menyiapkan alat berat sehingga perbaikan sementara bisa segera dikerjakan dan berjalan dengan lancar. Zies