
SURABAYA,Sekilasmedia.com-Kemarin pertemuan khusus di Istana Negara antara Dr H. Oesman Sapta Odang (OSO) Ketua Umum Partai Hanura yang kelahiran 18 Agustus 1950, dengan Presiden RI Ir Joko Widodo (Jokowi) mengundang respon besar-besaran dari berbagai kalangan di pusat maupun di daerah, dari kalangan eksternal, juga menumbuhkan harapan kalangan internal.
Beriringan dengan merebaknya kabar yang berulang-ulang mengenai kemungkinan reshuffle kabinet menterinya Presiden Jokowi. Apalagi dengan mundurnya Zainuddin Amali selaku Menteri Pemuda Dan Olahraga (Menpora) untuk menjadi Wakil Ketua Umum PSSI yang kemudian juga menjadi Komisaris Independen BUMN PT Bank Mandiri (Persero), ditambah dengan adanya sejumlah menteri yang secara tidak langsung terus dievaluasi dan masih ikut diperiksa dalam sejumlah kasus meskipun sebagai saksi. Sehingga bisa memungkinkan reshuffle untuk sejumlah menteri.
Pertemuan Osman Sapta Odang (OSO), yang ayahanda dari Raja Sapta Oktohari ketua Komite Olahraga Indonesia (KOI 2019 – 2023), dengan Presiden Jokowi juga menimbulkan harapan dari Aris Taufiq Febrianto ketua Partai Hanura Kota Mojokerto, Jawa Timur. Menurut Aris selama ini salah satu jatah yang sudah didapat Hanura yaitu Ketua Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), yang dijabat Benny Ramdhani yang waketum DPP Hanura. Sehingga saat ada reshuffle kabinet dalam waktu dekat, layak Hanura mendapatkan jatah salah satu menteri, apalagi periode jabatan hanya tinggal sekitar satu setengah tahun saja dan dengan reshuffle salah satunya menyegarkan suasana di sekitar Presiden Jokowi.
“Hanura layak mendapat satu menteri menjelang periode akhir Presiden Jokowi,” ungkap Aris Taufiq Febrianto yang ke depan ada keinginan mengundang Benny Rhamdani (Ketua BP2MI) mengadakan diskusi mengenai Pekerja Migran Indonesia / PMI (TKI / TKW) bukan hanya untuk Mojokerto tapi bisa se-Jatim, termasuk mengenai pentingnya wawasan luas Information Technology (IT) untuk para PMI yang sudah pernah keluar negeri maupun yang belum.
“Jika Hanura mendapat jatah satu menteri nantinya sekaligus merupakan respon atas kesetiaan Hanura yang dari masa ke masa, dan panjang,” ungkap Aris Taufiq Febrianto yang juga memiliki harapan untuk Pemilihan Walikota (Pilwali) Mojokerto November 2024 terjadi persaingan antara incumbent Ning Ita versus Muhammad Habibur Rochman / Gus Habib (putra tokoh nasional Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim yang Ketua Umum Pergunu pusat, red.) berpasangan dengan Cawawali Sobirin Panglima BEKISAR salah satu kepercayaan Kyai Asep.
R. Trihar Forum Peduli Indonesia Sejahtera (ForPIS) menyampaikan analisa yang kurang lebih sama bahwa Hanura bisa mendapat jatah satu menteri dengan melihat kedekatan OSO dengan Presiden Jokowi maupun Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin. Diantaranya R. Trihar mengutip pernyataan Presiden Jokowi saat menghadiri acara Hanura beberapa waktu lalu bahwa hanya Hanuralah partai politik (parpol) yang dalam acaranya dihadiri oleh Presiden, Jokowi, dan Wapres sekaligus.
“Hanura dibawah kepemimpinan OSO, kian hari kian mendapatkan tempat dari Jokowi, layak mendapat satu menteri jika ada reshuffle. Bisa saja Menpora diberikan kepada Raja Sapta Oktohari putra Oesman Sapta Odang. Sedangkan kursi menteri lain yang direshuffle salah satunya diberikan kepada Golkar,” ungkap R. Trihar yang salah satu saudaranya orang penting KPK (16-03-2023).
Terpisah hal yang kurang lebih sama disampaikan Siswahyu Kurniawan penulis buku Bung Karno Dan Pak Harto serta buku biografi Asmuni – Srimulat (pelawak nasional), peluang Hanura besar untuk mendapatkan jatah menteri jika ada reshuffle, bisa saja untuk Raja Sapta Oktohari putra Oesman Sapta Odang yang memiliki berbagai prestasi internasional dalam kepengurusan berbagai organisasi lebih-lebih organisasi olahraga.
Raja Sapta Oktohari menjadi promotor tinju yang sukses dibawa ke panggung dunia diantaranya Chris John, Daud Jordan, Ongen Saknosiwi, hingga Okto mendapatkan penghargaan internasional dari WBC. Okto juga menjadi Ketua Umum PB ISI untuk balap sepeda (pusat) hingga harus mundur (digantikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit, red.) karena menjadi pengurus balap sepeda internasional sekaligus meraih penghargaan internasional.
Raja Sapta Oktohari menjadi Chef de Mission Indonesia for Rio Olympic (Olimpiade Rio di Brasil) tahun 2016 dan membawa prestasi besar. Hingga dipercaya menjadi Ketua Asian Paralympic Games 2018 Organization Committee (INAPGOC / olahraga untuk para disabilitas se-Asia, red.) pada tahun 2017, juga menjadi Ketum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) periode 2019 – 2023 menggantikan Erick Thohir.
“Raja Sapta Oktohari yang kelahiran 15 Oktober 1975, baru akan berusia 48 pada Oktober tahun 2023 ini, relatif muda, bisa saja menjadi Menpora,” ungkap Siswahyu Kurniawan yang juga penulis buku biografi Mardjito GA (mantan anggota DPD RI yang pernah menjadi Sekjen Inkud era Nurdin Halid dan Komisaris Bank Bukopin, red.) yang pernah mendapatkan beasiswa Community Development Asian Social Institute (ASI) Manila – Filipina lintas Singapura ini. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926 (Sis).





