Daerah

Simbul Kerukunan Umat Beragama, Pemkot Mojokerto Bakal Bangun 6 Tempat Ibadah

×

Simbul Kerukunan Umat Beragama, Pemkot Mojokerto Bakal Bangun 6 Tempat Ibadah

Sebarkan artikel ini
Dalam forum silaturahmi dengan FKUB di Pendopo Sabha Kridhatama Rumah Rakyat ini, wali kota sampaikan bakal membangun 6 tempat ibadah yang berbeda dikawasan Wisata Bahari Kota Mojokerto

Mojokerto,Sekilasmedia.com– Dalam tahun ini, proyek kawasan Wisata Bahari Mojopahit akan mulai digarap. Salah satu daya tarik yang akan dimunculkan adalah keberadaan kompleks tempat ibadah enam agama.

“Kami menyediakan satu hektare lahan untuk dibangun tempat ibadah enam agama berbeda yang ada di Kota Mojokerto,” ujar Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Senin (10/4/2023).

Lebih lanjut, dalam forum silaturahmi dengan FKUB di Pendopo Sabha Kridhatama Rumah Rakyat ini, wali kota menyebut hal tersebut sebagai bentuk apresiasi atas keharmonisan yang selama ini telah terjalin.

BACA JUGA :  Wali Kota Mojokerto Sampaikan Jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi DPRD Terkait Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024

“Ini sebagai bentuk wujud rasa terima kasih saya karena Kota Mojokerto yang begitu harmonis. Enam agama bisa hidup rukun, duduk berdampingan, toleransi yang luar biasa,” ungkap wali kota.

Namun, pihaknya juga menegaskan bahwa Pemkot Mojokerto hanya menyediakan lahan. Sementara untuk pembangunan gedung dilakukan oleh masing-masing kelompok agama.

“Beberapa waktu yang lalu, kami ada diskusi dengan sejumlah bhante. Di sana diungkapkan bahwa mereka punya upaya akses penganggaran ke pusat. Nah, silahkan jika memang memiliki kemungkinan seperti itu. Karena memang butuh pendanaan di luar dari Pemerintah Kota Mojokerto,” terang wali kota.

BACA JUGA :  Mojo Bangkit Satukan Ribuan Warga, Kirab Budaya Hidupkan Spirit Majapahit di Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto

Berikutnya, begitu pendanaan sudah tersedia, masing-masing kelompok agama dapat mulai membangun tempat ibadah mereka, bersamaan dengan pembangunan lokasi wisata umumnya.

“Sementara untuk pembagian seperti apa, berapa luasan wilayah untuk masing-masing bangunan, akan didiskusikan lebih lanjut dengan FKUB,” pungkasnya.(red)