Daerah

Diperta Berikan Sosialisasi Pengendalian OPT Perkebunan Tanaman Tembakau

×

Diperta Berikan Sosialisasi Pengendalian OPT Perkebunan Tanaman Tembakau

Sebarkan artikel ini

Probolinggo.sekilasmedia.com-Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) perkebunan tanaman tembakau di Kelompok Tani Putera Mandiri Desa Boto Kecamatan Lumbang, Senin (2/10/2023).

 

Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta terdiri dari unsur petani, kelompok tani dan petugas penyuluh lapang. Mereka mendapatkan materi dari Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo drh Faiq El Himmah, JF Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman Muchlisin dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Muda Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya Kementerian Pertanian Ika Ratmawati.

BACA JUGA :  Forkopimda Jatim Sasar Vaksinasi Lansia di Magetan

 

Selain di Kecamatan Lumbang, kegiatan ini juga dilakukan di 7 (tujuh) lokasi potensi tanaman tembakau meliputi Kecamatan Paiton, Pakuniran, Kraksaan, Besuk, Pakuniran, Krejengan dan Wonomerto.

 

Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo drh Faiq El Himmah mengatakan kegiatan ini dilakukan dalam rangka mengidentifikasi organisme pengganggu tanaman tembakau baik hama ataupun penyakit.

 

“Kegiatan ini bertujuan agar petani mempunyai kemampuan mengidentifikasi OPT apa saja yang berpotensi merugikan dalam budidaya tembakau. Serta meningkatkan kemampuan petani untuk menggunakan pestisida nabati serta menggunakan pupuk organik padat maupun cair,” katanya.

BACA JUGA :  Pertamina Sanksi Tegas SPBU di Tabanan, Diduga Jual Pertalite Ke Pelanggan Jerigen

 

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan praktek pembuatan pestisida nabati, pembuatan pupuk organik padat maupun cair, identifikasi OPT penting tembakau serta mempelajari agro ekosistem yang ada pada pertanaman tembakau.

 

“Harapannya dengan kegiatan ini petani mampu secara mandiri membuat pestisida nabati yang ramah lingkungan, membuat agensia hayati, membuat pupuk organik dan berbudidaya tanaman tembakau yang baik,” pungkasnya..Suyitno