Daerah

Dukung Layanan Sesuai Standar Kesehatan, Dinkes Gresik Renovasi Labkesda menjadi Labkesmas

×

Dukung Layanan Sesuai Standar Kesehatan, Dinkes Gresik Renovasi Labkesda menjadi Labkesmas

Sebarkan artikel ini

Gresik, Sekilasmedia.com – Dalam rangka menunjang kelancaran layanan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat Gresik. Kemudian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik melakukan renovasi gedung Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) menjadi Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) yang memiliki luas 465 meter persegi.

Perubahan nama dilakukan, sesuai instruksi Kementerian Kesehatan. Sedang renovasi dilakukan Dinkes Gresik, dengan menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024 senilai Rp 5,3 miliar.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr Mukhibatul Khusnah, gedung yang telah di rancang tiga lantai sesuai spesifikasi teknis. Karena keterbatasan anggaran, maka pembangunannya hanya bisa diselesaikan dua lantai.

BACA JUGA :  Tahun 2022 BPN Gresik Selesaikan 113.967 Bidang dan 82.403 Sertipikat

“Semoga kedepan bangunan lantai tiga, bisa dibangun agar kebutuhan ruang terpenuhi. Sehingga layanan yang kita lakukan nantinya bisa lebih optimal,” ujarnya dikutip Kantor Berita RMOL Jatim, Rabu (18/12/2024).

Khusnah menambahkan, selama proses pembangunan dilakukan ada pendampingan dari Tim Pengawalan dan Pengamanan Proyek Strategis Daerah (PPSD) dari Kejaksaan Negeri Gresik.

Selain itu, Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Gresik juga turut mengawalnya hingga proses pembangunannya berjalan dengan baik dan tepat waktu,” tuturnya.

Labkesmas lanjut Khusnah memiliki berbagai fasilitas canggih, yang diletakan di lantai satu untuk klinis, seperti pemeriksaan hematologi, urinalisis, pengambilan spesimen, hingga layanan biomolekuler.

BACA JUGA :  Polres Tanjung Perak Berhasil Mengamankan Pelaku Pencuri Besi Penutup Gorong-Gorong

Sementara lantai dua untuk pemeriksaan lingkungan, termasuk pengujian sampel kimia dan mikrobiologi air serta analisis binatang pembawa penyakit (BPP).

“Untuk menunjang operasionalnya, kami akan terus berupaya melengkapi sumber daya manusia (SDM). Serta, sarana prasarana agar dapat memberikan pelayanan sesuai standar kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Dikatakan Khusnah, bahwa Labkesmas berpotensi memberikan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) melalui retribusi layanan laboratorium. Karena tarif retribusinya sudah diatur dalam regulasi, sehingga pendapatannya akan masuk ke pemerintah daerah.

“Agar layanan yang kami lakukan bisa terjangkau masyarakat, kami berharap dapat menjalin kerjasama dengan BPJS Kesehatan,” tandasnya. (rud)