Daerah

Lewat Malam Jumat Manis, PDI Perjuangan Perkuat Spiritualitas dan Kebangsaan Bersama Santri

×

Lewat Malam Jumat Manis, PDI Perjuangan Perkuat Spiritualitas dan Kebangsaan Bersama Santri

Sebarkan artikel ini
Sinung Sudrajad, S.Sos Didampingi oleh Lora Ali Murtadha saat memberikan sambutan pada giat Pengajian Khotmil Qur'an dan Sholawatan Bersama para santri (Foto: Sekilas Media Bondowoso)

Bondowoso,Sekilasmedia.com – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bondowoso mulai membiasakan kegiatan keagamaan di lingkungan partai melalui Pengajian Khotmil Qur’an dan Sholawat Bersama Santri yang digelar rutin setiap malam Jumat Manis. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Sekretariat DPC PDI Perjuangan Bondowoso, Kamis malam (2/7/2026), itu menjadi ruang memperkuat spiritualitas sekaligus membangun komunikasi antara pengurus partai dan kalangan santri.

Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso, Sinung Sudrajad, S.Sos, mengatakan kegiatan serupa sebenarnya pernah dilakukan pada kepengurusan sebelumnya. Namun kali ini, pengajian dan sholawatan ditetapkan sebagai agenda rutin bulanan berdasarkan aspirasi pengurus dan simpatisan partai.

“Ini sebetulnya aspirasi dari teman-teman pengurus dan simpatisan agar DPC PDI Perjuangan mengadakan forum pengajian dan sholawatan,” ujar Sinung.

Kesepakatan tersebut kemudian diwujudkan dengan menggelar pengajian setiap malam Jumat Manis yang dipimpin Lora Ali Murtadha, salah satu pengurus DPC PDI Perjuangan Bondowoso.

“Alhamdulillah setelah kita sepakati, setiap satu bulan sekali kami mengadakan pengajian dan sholawatan malam Jumat Manis,” katanya.

BACA JUGA :  Malem Selawe, Masyarakat Tetap Patuhi Protokol Kesehatan 

Menurut Sinung, kegiatan tersebut tidak hanya diisi pembacaan Khotmil Qur’an dan sholawat. Di sela kegiatan juga dibuka ruang diskusi bersama para santri untuk membahas perkembangan Kabupaten Bondowoso maupun berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Di sela-sela pengajian kami juga berdialog dengan para santri terkait perkembangan Bondowoso dan dinamika di akar rumput,” ungkapnya.

Ia menilai kegiatan tersebut juga menjadi implementasi nilai-nilai yang diajarkan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yang selama ini menjadi pijakan perjuangan partai.

“Selain kita berhabluminannas, jangan lupa kita juga berhabluminallah,” tegas Sinung.

Terkait dipilihnya malam Jumat Manis sebagai waktu pelaksanaan, Sinung menyampaikan bahwa penentuan jadwal tersebut merupakan usulan dari Lora Ali Murtadha agar menjadi momentum berkumpulnya kader bersama kalangan santri.

Sementara itu, Lora Ali Murtadha mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi kebiasaan baik di lingkungan DPC PDI Perjuangan. Menurutnya, kantor partai tidak hanya menjadi tempat menjalankan aktivitas organisasi, tetapi juga ruang untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan.

Ia menambahkan, membaca sholawat secara rutin diyakini membawa ketenangan dalam berpikir sehingga kader partai dapat lebih bijak saat menyampaikan aspirasi maupun melayani masyarakat.

BACA JUGA :  Mobil Samsat Keliling Tetap Beroperasi Pada Saat Malam Sabtu Demi Melayani Masyarakat

“Kalau membaca sholawat, pikiran kita tidak emosional dalam menyampaikan sesuatu kepada masyarakat,” ujar Ali.

Selain memperkuat spiritualitas, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menginspirasi generasi muda, khususnya kalangan santri, agar aktif mengambil bagian dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah.

“Kalau mau bergabung dengan kita, kami sangat terbuka, terutama untuk teman-teman santri,” pungkasnya.

Usai pengajian dan sholawatan selesai, jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Bondowoso melanjutkan kegiatan dengan berziarah ke makam Raden Bagus Asra Ki Ronggo di Desa Sekarputih, Kecamatan Tegalampel. Tokoh yang dikenal sebagai pembabat alas sekaligus Bupati pertama Bondowoso itu diziarahi sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pendahulu sekaligus memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan yang akan digelar secara rutin setiap malam Jumat Manis tersebut, DPC PDI Perjuangan Bondowoso berharap semangat spiritualitas, kebersamaan, dan nilai-nilai kebangsaan dapat terus tumbuh di lingkungan kader partai maupun masyarakat.