Peristiwa

Bocah SD Tewas Tersengat Listrik Tiang Penerangan Jalan

×

Bocah SD Tewas Tersengat Listrik Tiang Penerangan Jalan

Sebarkan artikel ini
Lokasi kejadian Bocah SD saat tersengat listrik dan meninggal dunia.( foto: Sekilasmedia.com/Clara)

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Mojokerto meninggal dunia akibat tersengat listrik dari tiang penerangan jalan. Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Minggu, 5 Januari 2025, sekitar pukul 17.00 WIB, di Jalan KH Mas Mansyur, Gedongan, Magersari, Kota Mojokerto.

Korban, APR (8), yang tinggal di Suronatan, Magersari, sedang bermain bola bersama teman-temannya ketika insiden terjadi. Tanpa sengaja, korban menyentuh tiang lampu jalan yang ternyata masih dialiri listrik. Saat kejadian, kondisi cuaca sedang gerimis, yang diduga memperbesar risiko sengatan.

BACA JUGA :  PENEMUAN MAYAT LAKI -- LAKI TANPA IDENTITAS GEGERKAN WARGA SEKITAR PANTAI MELEMAN

Warga yang melihat kejadian segera membawa korban ke rumah sakit. Namun, dalam perjalanan, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Pj Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro, menyampaikan duka mendalam atas insiden ini. Ia menjelaskan bahwa korban merupakan siswa kelas 2 SD yang sedang bermain di sekitar lokasi kejadian. “Tiang penerangan jalan tersebut, meskipun sudah lama, ternyata masih mengalirkan listrik, sehingga korban tersengat dan meninggal dunia,” ujar Moh Ali saat ditemui di lokasi.

BACA JUGA :  Angggota Polsek Pagu Bersama Tim Identifikasi Polres Kediri Datangi TKP Gantung Diri

Sebagai langkah pencegahan, Wali Kota meminta seluruh camat dan lurah di Mojokerto untuk memeriksa kondisi tiang penerangan jalan di wilayah masing-masing. “Kami ingin memastikan semua tiang listrik aman, terutama saat musim hujan seperti ini. Kejadian ini harus menjadi pelajaran penting agar tidak terulang lagi di masa mendatang,” tambahnya.

Hingga kini, polisi masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi untuk menyelidiki insiden tersebut.

Penulis : Clara
Editor: Erik