Daerah

Kota Malang Dukung Penanaman Jagung 1 Juta Hektare untuk Ketahanan Pangan Nasional

×

Kota Malang Dukung Penanaman Jagung 1 Juta Hektare untuk Ketahanan Pangan Nasional

Sebarkan artikel ini
Pelaksanaan program penanaman jagung serentak 1juta hektar melalui zoom bersama Kapolri dan Menteri Pertanian (foto S Basuki)

Malang, sekilasmedia.com– Kota Malang turut berpartisipasi dalam program penanaman jagung serentak 1 juta hektare sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Program ini dilaksanakan pada Selasa (21/1) pukul 10.00 WIB melalui zoom meeting yang melibatkan Kapolri dan Menteri Pertanian Republik Indonesia. Kegiatan tersebut dipusatkan di Balai Benih Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah kolaborasi antara Polresta Malang Kota, TNI, dan berbagai pihak terkait. “Ini adalah tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada pangan. Penanaman jagung serentak hari ini mendukung ketahanan pangan khususnya di Kota Malang,” ujar Slamet.

BACA JUGA :  Gubernur Koster Semprot Anggota DPR dan DPD RI Dari Bali, AWK Angkat Bicara

Slamet menambahkan bahwa program penanaman jagung ini sebenarnya telah dimulai sejak Desember 2024 bersama Polresta Malang Kota. Selain itu, Dispangtan Kota Malang bersama Kodim Malang Kota juga akan menanam benih padi dengan target luasan 80 hektare di Kecamatan Kedungkandang untuk mendukung masa tanam 2024-2025.

Dispangtan telah menyalurkan 600 kilogram benih jagung kepada tujuh kelompok tani di Kecamatan Kedungkandang. Para petani juga melengkapi kebutuhan benih secara mandiri. Varietas jagung yang ditanam meliputi jenis unggul seperti Vietnam, MPM, dan hibrida. Perkiraan panen raya dijadwalkan pada Maret 2025, sementara beberapa petani telah memulai panen lebih awal.

BACA JUGA :  Ritual Akbar Digelar Jama'ah Nurul Aini Dilaut Cemara Tuban

Sebagai dukungan tambahan, Dispangtan Kota Malang menyalurkan 500 ton pupuk urea dan 625 ton pupuk NPK bersubsidi sejak awal 2025. Selain itu, petani juga mendapatkan fasilitas lain seperti benih padi, insektisida, pestisida, dan jaring pengaman bulir padi.

Tak hanya itu, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) turut didukung melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Indonesia. Bantuan tersebut mencakup 11 unit hand tractor, 50 gulungan mulsa, 20 unit tandon air, dan 20 unit alat penyemprot elektrik.

Dengan kerja sama dari berbagai pihak, program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di Kota Malang sekaligus mendukung upaya swasembada pangan di tingkat nasional.

Penulis : S. Basuki

Editor: Kaylla