Mojokerto,Sekilasmedia.com-Agar tidak terdapat temuan dan persoalan, Walikota Mojokerto Ita Puspita Sari mengingatkan kepada semua lembaga sekolah agar memaksimalkan pengelolaan dana bantuan operasional satuan pendidikan atau yang sering disebut dana BOSP, baik dalam hal pemanfaatan hingga laporan harus dilakukan dengan dengan tertib dan benar.
Seperti ketika disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, orang nomor satu dikota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita, bagi pengelola dana BOSP jenjang PAUD dan Pendidikan Kesetaraan ketika di Aula Dinas pendidikan dan kebudayaan Kota Mojokerto. Ia meminta agar dana BOSP dimanfaatkan secara maksimal untuk peningkatan mutu dan kualitas pendidikan.
Untuk dimengerti bahwa Dana ’’BOSP kali ini merupakan anggaran tahun kedua bagi lembaga-lembaga PAUD di Kota Mojokerto yang didapatkan dari APBN,’’ jelasnya.
menurut Ning Ita, masih perlu dilakukan pendampingan bagi pengelola BOSP di dua lembaga pendidikan non-formal tersebut. Mengingat pengelolaannya kali ini menggunakan metode baru berbasis aplikasi rencana kegiatan dan anggaran sekolah dan manajemen aplikasi rencana kegiatan dan anggaran sekolah (ARKAS-MARKAS).
’’Sehingga metode pelaporannya semuanya wajib terintegrasi dengan SIPD (sistem informasi pemerintahan daerah), Untu itu kami memberikan pelatihan sekaligus pendampingan dari Kemendikdas supaya tidak menyulitkan para penyelenggara atau pengelola satuan pendidikan,’’ ujar Ning Ita.
Tak hanya itu, upaya tersebut juga menjadi bagian agar lembaga pendidikan tidak terganjal persoalan dalam mengelola BOSP. Sehingga, pemanfaatannya bisa digunakan secara maksimal.
Diharapkan semuanya bisa menggunakan dana negara ini secara clean and clear, bersih dan terbuka sehingga tidak muncul persoalan atau temuan di kemudian hari,’’ pintanya.
Untuk Tahun 2025 selain ada anggaran dari pemerintah pusat, Pemerintah kota Mojokerto juga menunjang biaya operasional sekolah melalui APBD. Untuk Tahun ini, agar diketahui bahwa dana BOS daerah dialokasikan sebanyak 23 miliar Rupiah , masing-masing dialokasikan untuk jenjang SD sekitar 14 miliar Rupiah dan SMP kurang lebih 9 miliar Rupiah,” pungkas Ning Ita.












