Klungkung,Sekilasmedia.com –
Sebanyak 21 warga dari 7 kepala keluarga yang terkena sanksi adat kasepekang dan kanorayang di Banjar Sental Kangin, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, diungsikan di Klungkung daratan.
Dipindahkannya puluhan warga itu, untuk mengantisipasi dan memastikan situasi tetap kondusif, pasca terjadi kericuhan dengan warga setempat saat ngembak geni.
Berdasarkan informasi didapat, puluhan warga yang disanksi adat itu karena terlibat konflik tanah negara seluas 7 are, di pinggir pantai Sental Kangin yang diklaim sebagai warisan leluhur.
Tanah negara yang ratusan tahun merupakan aset Pura Segara itu, dimohon disertifikatkan untuk dikelola oleh Krama Banjar Adat Sental Kangin. Namun kelompok warga yang terkena sanksi menggugat agar sertifikat tidak diterbitkan.
Pasalnya, lahan tersebut dimanfaatkan untuk akomodasi wisata oleh puluhan warga yang terkena sanksi. Juga beredar isu jika lahan itu akan dijadikan beach club. Kasus ini pun bergulir hingga ke pengadilan.
Bupati Klungkung I Made Satria, Selasa (1/4) memastikan, 21 warga Sental Kangin yang diungsikan mendapat akomodasi melibatkan sejumlah OPD, selama berada di Klungkung daratan.
“Mereka diungsikan sementara di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kecamatan Banjarangkan,” katanya.
Selain tempat tinggal, Pemkab Klungkung juga memastikan ketersediaan makanan dan kebutuhan dasar bagi puluhan warga tersebut.
“Warga Sental Kangin yang dikenai sanksi kanorayang ini tidak hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak,” tambahnya.
Kapolsek Nusa Penida, Kompol Ida Bagus Putra Sumerta, konflik ini muncul saat perayaan Nyepi. Saat itu warga yang terkena sanksi menyalakan lampu dan dianggap melanggar adat.
Situasi makin panas, ketika salah seorang warga yang terkena sanksi melintasi poskamling dengan cara dianggap provokatif. Kemudian, krama adat membunyikan kentongan sebagai tanda darurat, dan massa turun ke jalan.
“Tidak terjadi saling pukul, hanya dorong-dorongan saja. Warga Kanorayang lansung kami amankan, karena situasi sudah tidak kondusif, ini murni penyelamatan,” tandasnya.
Penulis : Soni
editor: kaylla