Peristiwa

Warga Panjer Geger, Temukan Mayat Perempuan Dalam Aliran Sungai

×

Warga Panjer Geger, Temukan Mayat Perempuan Dalam Aliran Sungai

Sebarkan artikel ini
Petugas dan warga bersama sama melakukan proses evakuasi mayat di dalam aliran Sungai Nyampuh

Denpasar,Sekilasmedia.com –
Warga yang tinggal di kawasan Jalan Tukad Pakerisan, Panjer, Denpasar Selatan, dibuat geger dengan penemuan sesosok mayat perempuan di dalam aliran Sungai Nyampuh, pada Kamis (24/4) malam.

Belakangan diketahui jika mayat tersebut adalah IGAED (68) yang merupakan warga setempat. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban dikabarkan hilang dari rumah.

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi membenarkan adanya penemuan mayat berjenis kelamin perempuan di dalam aliran sungai tersebut.

Jasad wanita tua itu pertama kali ditemukan oleh seorang buruh bernama Fathul Anam (23) saat hendak mancing bersama empat rekannya di Sungai Nyampuh.

BACA JUGA :  Gadis Dibawah Umur Dicabuli Dilahan Tebu

Awalnya Fathul bersama teman temannya datang dan menuruni anak tangga menuju dasar Sungai. Sampainya di dasar Fathul menyalakan lampu senter lalu menyoroti air dan terkejut melihat ada kaki manusia di dalam air.

“Itu membuat saksi kaget, lantas naik ke atas, lalu melaporkan temuannya itu ke warga sekitar dan oleh warga dilanjutkan ke Polsek Densel,” kata Sukadi.

Polisi yang menerima laporan langsung bergerak menuju TKP. Dari hasil pemeriksaan sementara, korban ditemukan mengenakan baju batik warna coklat dan rok hitam. Polisi juga tidak menemukan adanya tanda tanda kekerasan pada tubuh korban.

BACA JUGA :  TERJADI FENOMENA TRUK BERGOYANG DI KOTA LUMAJANG SEMAKIN MEWABAH

“Kasus ini sudah ditangani Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, selanjutnya dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” imbuh Sukadi.

Berdasarkan keterangan pihak kelurga, A A Istri Mariatini Dewantati (68), bahwa korban terakhir terlihat meninggalkan rumah sekitar pukul 13.00 Wita. Saat itu keluarga tengah sibuk melaksanakan persembahyangan.

“Kalau dari pengakuan keluarga, pengelihatan korban kurang baik (rabun) dan juga sering meninggalkan rumah. Untuk jarak rumah korban dengan lokasi penemuan hanya berkisar 20 meter,” tandasnya.

Jenazah korban telah dibawa ke RSUP Prof Ngoerah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis : Soni