Daerah

Catat Sejarah, Kota Malang Kirim 1.193 Jemaah Haji dalam Skema Syarikah Perdana

×

Catat Sejarah, Kota Malang Kirim 1.193 Jemaah Haji dalam Skema Syarikah Perdana

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Forkopimda saat memberangkatkan jamaah haji asal Kota Malang di lapangan Ki Angmor (foto S Basuki / sekilasmedia.com).

Malang, sekilasmedia.com-Sebanyak 1.193 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kota Malang secara resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Jumat (23/5).

Pemberangkatan ini dilakukan secara bertahap melalui tujuh kloter yang tersebar antara tanggal 23 hingga 25 Mei 2025.
Pada awalnya, para jemaah terbagi dalam empat kloter utama, yakni Kloter 76, 77, 80, dan 81. Namun, setelah diterapkannya sistem pelayanan baru melalui konsep Syarikah, jumlah kloter meningkat menjadi tujuh, dengan tambahan Kloter 88, 89, dan 91.

Kloter 76 dan 77 diberangkatkan pada Jumat 23 mei, disusul oleh Kloter 80 dan 81 pada 24 Mei. Khusus Kloter 81, jemaah Kota Malang akan tergabung bersama jemaah asal Kabupaten Malang dan Kota Batu. Sementara tiga kloter tambahan merupakan bagian dari skema syarikah yang bekerja sama dengan delapan perusahaan asal Arab Saudi.

Dalam sambutannya di Lapangan Ki Angmor, Wali Kota Wahyu Hidayat menyampaikan rasa syukur atas keberangkatan ribuan warganya untuk menunaikan ibadah haji. Ia menegaskan bahwa para jemaah tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga mewakili daerah dan bangsa Indonesia di kancah internasional.

BACA JUGA :  Inovasi Cermat SIM Polres Nganjuk Wujud Layanan Prima untuk Masyarakat

“Bapak dan Ibu sekalian adalah Duta Daerah dan sekaligus Duta Bangsa. Tunjukkan akhlak yang mulia, jaga kebersamaan, serta hormati tradisi umat Islam dari berbagai negara,” pesannya.

Dari total 1.193 calon jemaah, sebanyak 564 merupakan laki-laki dan 629 perempuan. Jemaah tertua berusia 94 tahun dan jemaah termuda berusia 18 tahun.

Menurut Wali Kota, hal ini mencerminkan bahwa panggilan suci ibadah haji tidak memandang usia. Ia juga mengingatkan para jemaah untuk senantiasa menjaga kondisi fisik dan mental, terutama bagi para lanjut usia.

“Perjalanan haji menuntut kekuatan lahir dan batin. Saya berpesan agar seluruh jemaah saling tolong-menolong dan menguatkan satu sama lain,” ujarnya.

Kepada petugas haji, termasuk tenaga kesehatan, pemimpin ibadah, dan petugas pelayanan lainnya, Wahyu menekankan pentingnya melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan niat ibadah.

BACA JUGA :  Tahun Baru Islam, Warga Gebud Lor, Doa Bersama di Jalan

“Ingat, kepergian Anda bukan sekadar ibadah pribadi, melainkan amanah dalam melayani tamu-tamu Allah. Semoga perjalanan ini membawa keberkahan dan kelancaran bagi seluruh jemaah,” tuturnya.

Ia pun menutup sambutannya dengan ucapan selamat dan doa. “Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Malang, saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji. Semoga seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan menjadi haji yang mabrur,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Malang, Gus Shampton, mengajak seluruh elemen untuk menjadikan pelayanan haji sebagai bentuk pengabdian. Ia menekankan pentingnya membangun suasana keberangkatan yang nyaman, tertib, dan penuh semangat.

“Mari kita ciptakan sistem pelayanan yang memudahkan jemaah, mulai dari keberangkatan hingga mereka tiba di Asrama Haji. Meski di tengah keterbatasan, semangat kita harus tetap maksimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Tugas kita hari ini adalah memberi pelayanan terbaik. Kita doakan seluruh jemaah diberi kemudahan dan keberkahan selama menjalankan ibadah di Makkah dan Madinah,” tukasnya.

Penulis : S Basuki