
Mojokerto, sekilasmedia.com – Jalan Rusak di Desa Bleberan Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto, telah sekian lama seolah luput dari perhatian. Walaupun telah beberapa kali dilakukan peninjauan dari pihak terkait, namun selalu tenggelam seiring berjalannya waktu.
Kondisi jalan Rusak di Desa Bleberan sungguh cukup memprihatinkan. Hal ini telah berlangsung sekian lama. Menurut informasi yang kami dapatkan dari perangkat desa, Pihak desa telah berkali – kali mengajukan permohonan kepada pihak terkait, mulai dari 2019 lalu untuk segera mendapatkan perhatian, namun sampai hari ini belum ada realisasi.
Salah satu isu yg sempat kami terima adalah tentang adanya penolakan dari warga, yang merasa keberatan jika teras rumah mereka harus digusur imbas dari pelebaran jalan. Namun ketika kami konfirmasi pada pihak desa Rabu ( 16/04/2025 ), Hal ini langsung dibantah oleh perangkat Desa Bleberan.
“Tidak benar jika ada penolakan dari warga, sebab saya setiap hari bertemu warga, sering duduk diwarung untuk mendengar aspirasi dari warga, andaikata ada penolakan pasti saya tahu dan saya dengar” kata Sekdes .
“Intinya disini semua warga menginginkan jalan secepatnya di perbaiki, agar semakin mudah dalam beraktifitas” tegasnya.
Ketika ditanya sejak kapan jalan penghubung antar desa tersebut rusak. Sekdes mengatakan bahwa hal itu sudah berlangsung cukup lama.
“Sudah cukup lama, semakin parah dengan adanya aktifitas penambangan, dimana Truk dengan tonase besar lewat jalan sini setiap hari. Tapi semenjak adanya demo, kegiatan itu sudah berhenti” paparnya.
Memang jika dilihat secara menyeluruh, hampir di sepanjang jalan mulai dari Dusun Pangi ke arah Dusun Semambungan Desa Sumberagung, sampai Dusun Bangon mayoritas jalan dalam kondisi rusak cukup parah. Terutama di Dusun Pangi, selain jalan yang sempit kerusakan juga nampak menghiasi sepanjang jalan tersebut, pemandangan yang sama seperti terlihat di depan SD Bleberan dekat Balai Desa Bleberan .
Pengajuan untuk pembangunan jalan telah berulangkali dilakukan, Bahkan telah beberapa kali pula dilakukan pengukuran oleh pihak terkait. Namun sampai hari ini perbaikan yang ditunggu tidak kunjung terealisasi. terakhir ketika ada kunjungan dari Kadis PUPR bersama anggota Dewan dimasa Reses beberapa bulan yg lalu, guna melakukan peninjauan secara langsung di lapangan, terkait keluhan warga mengenai kerusakan jalan yang terpantau di beberapa titik lokasi.
Dari pertemuan tersebut baik dari Dewan maupun Kadis PUPR telah menyerap aspirasi dari beberapa perangkat desa, sekaligus berjanji untuk menindaklanjuti keluhan tersebut.
Menurut pihak desa, andaikata jalan penghubung antar desa tersebut dalam kondisi baik dan memadai. Banyak potensi wisata bisa digali, sekaligus mampu meningkatkan pertumbuhan UMKM sehingga kemajuan desa dapat semakin berkembang, nantinya dapat pula berimbas pada peningkatan ekonomi di setiap wilayah.
Salah satu contoh Misalnya, di Desa Manting terdapat Makam Syeh Marzuki atau biasa disebut oleh warga sekitar sebagai Mbah Sinari. Merupakan salah satu potensi wisata Religi yang dapat dikembangkan sebagaimana makam Troloyo yang berada di Trowulan, dimana makam Mbah Sinari telah cukup lama dikenal masyarakat, namun belum bisa dikembangkan karena terkendala akses jalan yg belum memadai, atau beberapa Obyek wisata di Desa Jembul serta Desa Rejosari yg bisa diangkat sebagai bagian dari kekayaan destinasi wisata yang berada di wilayah Mojokerto.
Ketika kami konfirmasi pada dinas PUPR mengenai penyebab lambatnya penanganan jalan di Desa Bleberan, dimana kebetulan pada waktu itu Kadis sedang tidak berada ditempat. Menurut salah satu staf Bina Marga yang sempat memberikan informasi kepada kami pada Kamis ( 17/04/2025 ), diperoleh keterangan bahwa untuk saat ini, memang kegiatan pembangunan maupun perbaikan jalan diprioritaskan pada jalur utama, jalur penghubung antar kabupaten serta jalur dengan mobilitas tinggi. Karena dianggap memiliki nilai urgensi serta memerlukan penanganan lebih cepat, Hal inilah yang kemudian menyebabkan mundurnya pengerjaan jalan pada desa – desa terpencil.
Tapi bagaimanapun juga, warga masyarakat yang tinggal di daerah pelosok maupun terpencil juga mengharapkan keadilan yang sama, kesejahteraan yang sama sebagaimana di daerah lain.
Mereka berharap adanya perhatian Khusus dari Pihak terkait baik dari DPRD maupun Bupati Mojokerto selaku pemangku kebijakan, sehingga mereka tidak lagi merasa di anak tirikan dalam pembangunan. Karena jalan ini telah sekian lama luput dari agenda pembangunan. Masyarakat berharap segera ada perbaikan, sehingga bisa memberikan kenyamanan ketika berkendara, serta mampu menjadi sarana untuk meningkatkan laju roda perekonomian di wilayah tersebut.





