Daerah

Bukan Sekadar Janji Politik! Akademisi Unmuh Jember Bongkar Alasan Program Homecare Pemkab Jadi ‘Senjata Utama’ Keadilan Sosial

×

Bukan Sekadar Janji Politik! Akademisi Unmuh Jember Bongkar Alasan Program Homecare Pemkab Jadi ‘Senjata Utama’ Keadilan Sosial

Sebarkan artikel ini
Gus fawait menjenguk lansia sakit di Jember. (Foto aurel)

 

Jember ,sekilasmedia.com– Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Sasmiyanto, S.Kep., Ners., M.Kes., mengapresiasi program Homecare yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. Program jemput bola ini dinilai sebagai langkah nyata dalam memberikan keadilan sosial dalam akses layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sasmiyanto menyampaikan bahwa kesehatan merupakan kebutuhan mendasar yang beririsan langsung dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, keberadaan program UHC (Universal Health Coverage) berbasis KTP di Jember sebelumnya telah meningkatkan kesadaran warga untuk berobat.

Namun, kendala geografis dan biaya transportasi masih menjadi ganjalan bagi warga kurang mampu.

BACA JUGA :  Deklarasi Zero Halinar, Komitmen Bersama Pegawai Lapas Lamongan

“Secara fasilitas atau biaya perawatan mungkin sudah dijamin. Tapi kendalanya, masyarakat di daerah pinggiran sering kali kesulitan biaya transportasi untuk pergi ke FKTP (Faskes Tingkat Pertama) maupun rumah sakit rujukan,” kata Sasmiyanto saat dihubungi melalui saluran telepon, Selasa (4/8/2026).

“Akhirnya mereka enggan datang dan hanya bertahan dengan pengobatan seadanya,” tambahnya.

Hadirnya program Homecare, di mana tenaga kesehatan (nakes) mendatangi langsung rumah-rumah warga. Kata dia, merupakan solusi tepat untuk memangkas hambatan geografis dan ekonomi tersebut.

“Ini program jemput bola yang sangat baik. Pemerintah daerah hadir secara langsung melayani masyarakat. Terobosan seperti ini belum ada di daerah lain dan Jember menjadi yang pertama,” ujarnya.

BACA JUGA :  Bupati Sidoarjo Lepas 176 PNS Masa Purna Tugas

Dia menambahkan, keterjangkauan nakes hingga ke rumah warga miskin selaras dengan pengamalan sila kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui program ini, layanan medis berkualitas tak lagi hanya dirasakan kelompok tertentu.

“Sebagai akademisi dan bagian dari masyarakat Jember, kami sangat mendukung. Harapan kami, program Homecare ini bisa terus berjalan secara berkesinambungan ke depannya,” paparnya.

“Karena dengan adanya program ini, tidak hanya orang kaya yang bisa memanggil dokter ke rumah. Tapi masyarakat miskin juga akan dikunjungi oleh tenaga kesehatan ke rumahnya (itulah program Homecare),” tandasnya.