
Badung,Sekilasmedia.com–
Aksi penyerangan terhadap sesama buruh proyek kembali terjadi di wilayah hukum Polresta Denpasar. Tiga pria yang diduga warga Sumba, NTT mengamuk, gara gara ditegur saat pesta miras dan membuat keributan.
Insiden itu menyebabkan seorang buruh bernama Suprianto (41) asal Malang, Jawa Timur, mengalami luka serius, karena serangan fisik yang dilakukan oleh para pelaku.
Berdasarkan informasi didapat, kasus ini terjadi pada area proyek vila, Jalan Pantai Cemongkak, Desa Pecatu, kecamatan Kuta Selatan, Badung, Minggu (18/5) pukul 21.30 Wita.
Kapolsek Kuta Selatan, AKP I Komang Agus Dharmayana W, Kamis (22/5) mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima laporan adanya keributan yang menyebabkan satu orang buruh mengalami luka luka.
“Tim sudah turun ke lokasi, untuk meminta keterangan korban dan para saksi, serta melakukan penyelidikan,” katanya.
Saat ini polisi masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang identitasnya sudah didapat berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi di TKP.
“Kasus ini akan kami tindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku,” tandasnya.
Keributan ini bermula dari korban yang menegur pelaku, karena minum minuman keras sambil buat ribut di sekitaran bedeng. Bukanya minta maaf, pelaku justru tersinggung yang akhirnya terlibat perang mulut.
Suasana menjadi tegang, tiga pelaku yang juga buruh proyek di TKP itu langsung melakukan penyerangan dengan cara memukul dan melempari korban pakai batu.
Mendapat serangan brutal dari para pelaku, korban mencoba menyelamatkan diri masuk ke dalam bedeng. Korban mengalami luka cukup serius dan langsung dilarikan ke Klinik Nusa Medika untuk pertolongan medis.
Setelah mendapatkan perawatan korban membuat laporan resmi ke Polsek Kuta Selatan. Aparat kepolisian juga berkoordinasi dengan Pecalang Desa Adat Pecatu untuk menjaga kondusivitas situasi di sekitar TKP pasca kejadian tersebut.





