Surabaya,Sekilasmedia.com-Forum Aliansi Mahasiswa Intelektual (FAMI) mendatangi Kejaksaan Tinggi Jawa Timur untuk melaporkan lambannya penanganan kasus dugaan korupsi dana hibah seribu ekor sapi di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.
FAMI menilai Kejari Kabupaten Kediri gagal menunjukkan kinerja profesional. Sudah tiga kali kepala kejaksaan berganti, bahkan kasi pidsus pun juga telah berganti namun kasus tetap jalan di tempat. Rakyat terus dirugikan, penegakan hukum malah stagnan.
“Ini bukan cuma soal kelambanan, tapi soal integritas. Kalau Kajari tidak mampu, Kejati harus ambil alih,” tegas Koordinator FAMI, RISKI SLAMET HARTANTO
FAMI meminta Kejati Jatim turun tangan langsung dan membuka ke publik siapa saja yang diduga terlibat. Jika tak ada langkah nyata dalam 30 hari, mereka siap bawa perkara ini ke Kejagung dan lembaga antikorupsi nasional.
“Seribu sapi itu bukan cerita fiksi. Ini dana publik. Hukum tak boleh tunduk pada kekuasaan lokal yang busuk,” pungkasnya tajam.






