Denpasar,Sekilasmedia.com –
Dua orang dinyatakan tewas dan satu hilang dalam insiden fast boat (kapal cepat) terbalik di lepas Pantai Matahari Terbit, Pelabuhan Sanur, Denpasar Selatan, Bali, pada Selasa 5 Agustus 2025.
Korban tewas berjenis kelamin laki laki merupakan warga kebangsaan Tiongkok, Shio Guo Hong (20) dan Hanqing Yu (37). Sementara satu anak buah kapal (ABK), Adi Jaya Dinata (23) dilaporkan masih hilang.
Kepala Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, Rabu (6/8) mengatakan, jumlah korban keseluruhan sebanyak 80 orang, rinciannya 75 penumpang dan 5 ABK.
“Dari 75 orang penumpang itu, 73 adalah WNA dan 2 orang WNI,” ujarnya.
Sebanyak 73 WNA yang ada di dalam kapal berasal dari berbagai negara, diantaranya Tiongkok, Amerika, Australia, Inggris, Polandia, Hungaria, Yunani, Jepang, India, Italia, Prancis, Singapura dan Korea Selatan.
Kapal cepat Bali Dolphin Cruise II itu awalnya berlayar dari Pelabuhan Nusa Penida menuju Pelabuhan Sanur. Setibanya di perairan Sanur pukul 15.10 Wita, kapal yang hendak merapat beberapa meter di pelabuhan tiba tiba badan kapal dihantam ombak setinggi lima meter dan terbalik.
“Kapal langsung terbalik. Semua penumpang yang selamat telah dievakuasi ke RS Bali Mandara dan BMCC,” kata Sidakarya.
Dalam peristiwa ini tidak ada yang janggal, karena memang cuaca tiba tiba berubah. Sebab beberapa kapal sejenis yang merapat sebelum Dolphin II, berhasil sandar dengan selamat.
“Kapal itu murni dihantam ombak, itu laporan dari nahkoda dan awak kapal lain yang selamat,” ungkapnya.
“Kondisi kapal layak, jumlah ABK mencukupi, semua awak dan penumpang juga memakai life jacket. Cuma masalahnya faktor cuaca saat air sedang pasang,” tandasnya.
Satu jalur pelayaran di Pantai Matahari Terbit ke Pelabuhan Sanur sempat ditutup sementara selama dua jam. Itu dilakukan pasca kapal Dolphin II terbalik.






