Daerah

Tiga Dapur SPPG Dibangun untuk Perluas Layanan MBG di Kota Mojokerto

×

Tiga Dapur SPPG Dibangun untuk Perluas Layanan MBG di Kota Mojokerto

Sebarkan artikel ini
Lokasi calon dapur SPPG di samping Kantor Kecamatan Kranggan, yang diproyeksikan mampu memproduksi ribuan porsi makanan bergizi setiap harinya. (foto: doc)

Mojokerto, Sekilasmedia.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Mojokerto bakal semakin merata. Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Pemerintah Kota Mojokerto memastikan akan membangun tiga dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru pada tahun 2025. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat distribusi makanan bergizi ke seluruh sekolah dan menjangkau lebih banyak siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Mojokerto, Ruby Hartoyo, mengungkapkan bahwa pembangunan dapur SPPG akan memanfaatkan lahan milik pemerintah daerah. Lokasi yang dipilih tersebar di tiga titik strategis yang mudah dijangkau. Pertama, di wilayah Kelurahan Prajurit Kulon tepatnya di area sebelah Rusunawa Cinde. Lokasi ini dinilai cukup representatif untuk menjadi pusat produksi.

Selanjutnya, dapur SPPG juga akan didirikan di Kecamatan Magersari. Lahan yang disiapkan berada di Jalan Kedung Sari, bersebelahan dengan Kantor Kelurahan Gunung Gedangan. Posisi ini dinilai strategis karena dapat mengcover wilayah padat penduduk dan sekolah-sekolah di sekitarnya.

BACA JUGA :  Wakil Bupati Gresik Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kantor MWC NU Ranting Sembayat

Sementara titik ketiga akan memanfaatkan lahan di samping Kantor Kecamatan Kranggan. Dengan lokasi yang menyebar di tiga kecamatan, Ruby meyakini pelayanan distribusi makanan bergizi bisa lebih cepat dan merata. “Tiga dapur ini akan dibangun bersamaan pada tahun ini setelah survei lokasi selesai. Konsultan pembangunan dari BGN sudah menyiapkan tahapannya,” jelas Ruby.

Setiap dapur SPPG nantinya diproyeksikan mampu memproduksi 3.800 hingga 4.000 porsi makanan bergizi setiap hari. Kapasitas tersebut diharapkan cukup untuk memenuhi kebutuhan ribuan pelajar di Kota Mojokerto. Ruby menegaskan, keberadaan dapur baru bukan hanya soal menambah jumlah pasokan, tetapi juga memastikan pemerataan distribusi agar tidak ada sekolah yang tertinggal dari program MBG.

Saat ini, Kota Mojokerto baru memiliki satu dapur umum yang beroperasi sejak Februari lalu. Dapur tersebut berlokasi di Kelurahan Wates dan telah menyuplai sekitar 3.247 paket makanan bergizi untuk 9 sekolah. Dengan keterbatasan kapasitas, distribusi masih harus dibagi secara bertahap.

BACA JUGA :  Pemkot Mojokerto Siapkan Sekolah Orang Tua Remaja untuk Cegah Narkoba

Melihat kebutuhan yang semakin meningkat, BGN berencana menambah dua dapur SPPG mandiri lagi yang ditempatkan di Kelurahan Meri dan Kelurahan Miji. Dua unit tambahan ini ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus, sebelum tiga dapur baru resmi dibangun.

Pemerintah berharap dengan bertambahnya jumlah dapur, pelaksanaan program MBG bisa berjalan lebih maksimal. Anak-anak sekolah dasar hingga menengah di Kota Mojokerto diharapkan bisa mendapatkan asupan makanan bergizi secara rutin, sehingga mendukung tumbuh kembang dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Ruby juga menegaskan bahwa pembangunan dapur SPPG adalah bentuk keseriusan pemerintah dalam menjamin kecukupan gizi pelajar. “Program MBG bukan hanya sekadar menyediakan makanan, tetapi juga upaya membentuk generasi sehat, cerdas, dan produktif. Ini investasi jangka panjang bagi masa depan Kota Mojokerto,” pungkasnya. (wo/adv)