Denpasar,Sekilasmedia.com-
Pasca diterjang banjir besar pasokan air Perumda Tirta Swadarma Kota Denpasar mati total. Akibat bencana ini 90 persen pelanggan PDAM terkena dampak dan tidak bisa menerima pasokan air bersih.
Berdasarkan informasi, genangan banjir cukup tinggi sampai merendam panel untuk menghidupkan pompa pada Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Waribang, Blusung, SPAM Penet dan Petanu.
Direktur Utama Perumda Tirta Swakadarma Kota Denpasar, I Putu Yasa, membenarkan hal tersebut. Banjir bandang terjadi pukul 03.00 Wita saat hujan deras pada Selasa malam (9/9) hingga Rabu (10/9) pagi.
“Benar, air di kawasan Waribang, Blusung, Penet dan Petanu naik cukup tinggi,” ujarnya.
Dari sungai ketinggian air sekitar 4,5 meter, sementara dari halaman IPA Intake ketinggian air mencapai 3 meter. Kondisi ini membuat air menggenangi panel listrik untuk menghidupkan pompa.
“Air mulai mati pukul 05.30 Wita, hingga tidak bisa melakukan penyaluran ke pelanggan,” jelasnya.
Putu Yasa kembali menegaskan hingga Kamis (11/9) siang kecuali IPA Blusung, IPA Waribang, SPAM Penet dan Petanu belum bisa menyalurkan karena masih dalam pengecekan alat.
“IPA Blunsung kemarin sudah bisa. Ini yang Provinsi semua belum karena masih dicek, itu panelnya teredam. Kami juga belum bisa memastikan kapan bisa normal secara keseluruhan,” ucapnya.
Dengan kondisi tersebut 90 persen dari 91.000 pelanggan PDAM di Kota Denpasar terdampak belum bisa teraliri air bersih. Sementara yang masih mengalir normal di Jalan Badak Agung, Jalan Sedap Malam, Jalan Tukad Badung, Jalan Kecubung, Jalan Subita, dan sekitaran Jalan Tukad Pakerisan karena wilayah tersebut menggunakan sumur bor Perumda.
Untuk mengurangi dampak Perumda sudah mengerahkan empat mobil tangki melayani masyarakat. Selain itu, Perumda juga meminta bantuan dua mobil tangki dari Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Bali (BPPWB) untuk menambah layanan.
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar kebutuhan dasar masyarakat terutama air tetap terpenuhi,” tandasnya.





