Daerah

NU Dan Muhammadiyah Launching Graha Bersama MUNU Pro Kepak Sayap Garuda Persatuan Indonesia

×

NU Dan Muhammadiyah Launching Graha Bersama MUNU Pro Kepak Sayap Garuda Persatuan Indonesia

Sebarkan artikel ini
Saat peletakan batu pertama Graha Muhammadiyah - Nahdlatul Ulama (foto: dok. pp muhammadiyah)

Bekasi,Sekilasmedia.com-Dua ormas keagamaan yang termasuk tertua di Indonesia dan sekaligus terbesar ke-2 dan ke-1, Muhammadiyah (MU) dan Nahdlatul Ulama (NU) menciptakan sejarah yang baru lagi untuk Persatuan Muhammadiyah – NU (MUNU) serta Persatuan Indonesia ketika secara bersama melakukan peletakan batu pertama pembangunan Graha Muhammadiyah – Nahdlatul Ulama di Lambangsari, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Minggu 24 Agustus 2025 lalu.

Muhammadiyah yang umurnya lebih tua dari NU, didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada tanggal 18 November 1912 (14 Rabiul Awal 1330 Hijriah) di Kauman, Yogyakarta, yang hingga kini menguatkan DIY. Juga menguatkan Indonesia seperti halnya NU. Sedangkan, Nahdlatul Ulama (NU) didirikan tanggal 31 Januari 1926 (16 Rajab 1344 H) di Surabaya, Jawa Timur, oleh sejumlah ulama diantaranya KH Hasyim Asy’ari (kakek dari Gus Dur), KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, dan KH Abdul Chalim ayahanda dari Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA.

Pembangunan Graha MUNU yang terletak di Wilayah Kabupaten Bekasi itu menjadi yang pertama di Indonesia, sekaligus simbol persatuan dua organisasi Islam terbesar dalam bidang pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial.

BACA JUGA :  Tradisi Tirakatan Warga Masangan Asri Sukodono

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menegaskan, kekuatan bangsa terletak pada persatuan. Dikatakannya, persatuan bukan berarti keseragaman, melainkan ruang untuk toleransi, saling memahami, dan menghormati perbedaan. “Dengan Graha Muhammadiyah – NU ini, kita berharap keharmonisan bisa terus terbangun,” tandas Abdul Mu’ti pria kelahiran Kudus (Jawa Tengah) yang baru saja ber-HUT, ber-milad, ke-57 pada 2 September 2025 lalu.

Lebih lanjut disampaikannya, Graha Muhammadiyah – NU agar tidak hanya sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi simbol persaudaraan untuk membangun masyarakat yang maju, berdaya dan berakhlak mulia.

Muhammadiyah dan NU juga seperti dua sayap burung Garuda. Garuda akan bisa terbang tinggi kalau kedua sayapnya mengepak seiring dan seirama. Kepak sayap yang bersatu. Jika hanya satu sayap yang mengepak, Garuda tidak mungkin bisa terbang tinggi. Bahkan, untuk bisa terbang saja akan sulit.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua PBNU KH. Zulfa Mustofa menyebut pembangunan Graha bersama sebagai sapah satu wujud nyata sinergi NU dan Muhammadiyah dalam membangun bangsa. Dikatakannya, Indonesia akan maju jika NU dan Muhammadiyah bersatu dan berkolaborasi. “Apa pun yang berpotensi merenggangkan hubungan harus segera diklarifikasi,” tandasnya.

BACA JUGA :  DPD Partai Golkar Kota Blitar Peringati HUT Golkar Ke 58

Selama ini, NU dan Muhammadiyah di Kabupaten Bekasi telah menjalin kerjasama melalui kegiatan sosial. Antara lain sunatan massal, santunan anak yatim, pasar murah sembako dan program Jumat Berkah yang rutin membagikan sarapan gratis. Sesuatu yang bisa dikembangkan bersama-sama dimanapun, termasuk kerjasama antar organisasi ‘sayap’ diantaranya misal di dunia kemahasiswaan antara Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dengan Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan lain-lain.

Pembangunan Graha Muhammadiyah – NU yang pertama di Indonesia, yang terletak di Wilayah Kabupaten Bekasi diharapkan segera terealisasi dan menjadi pusat pendidikan, dakwah, kajian, serta layanan sosial, sekaligus teladan kolaborasi dua ormas Islam besar bagi daerah lain di Indonesia.

Sebagai catatan, jumlah umat Islam di Indonesia adalah sekitar 87 persen dari 285 juta penduduk Indonesia alias sekitar 248 juta jiwa. Jika ormas-ormas Islam bersatu, bersama para yang terbesar, dengan persatuan akan mempercepat untuk mencapai Cita-Cita Proklamasi 17 Agustus 1945.

“Ayo, kepak sayap Garuda bersatu untuk Indonesia,” tandas Abdul Mu’ti Sekretaris Umum PP Muhammadiyah yang saat ini juga menjabat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926 / 081215754186